Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bukan Penganut Pesugihan, Ternyata Pabrik Pailit Retjo Pentung Tulungagung Bertolak Dari Tingwe

Mizanatul Muttaqin • Sabtu, 16 Maret 2024 | 00:25 WIB
Ilustrasi kawasan pabrik Retjo Pentung Tulungagung.
Ilustrasi kawasan pabrik Retjo Pentung Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat tulungagung mengenai pabrik rokok yang berjaya dan sukses pada tahun 90-an sampai tahun 2000 awal.

Pabrik retjo pentung diduga sukses dan berjaya oleh para masyarakat karena praktek pesugihannya dengan Ratu Nyi Roro Kidul.

Anggapan pesugihan dengan Nyi Roro Kidul ini ada karena terdapat pemakaman dari sang pemilik pabrik di tepian pantai popoh bagian selatan Kabupaten Tulungagung.

Selain itu juga pada masa kejayaan dan suksesnya pabrik rokok tersebut sang pemilik sering sekali melakukan ritual larungan di pantai popoh dengan menggunakan sebuah sajen makanan-makanan atau tumpengan besar yang dihanyutkan di pantai popoh.

Dianggap sebagai pelaku pesugihan, ternyata hal tersebut hanyalah sebuah mitos atau spekulasi yang ada di masyarakat tulungagung.

Pak Soemiran yang merupakan pendiri sekaligus pemilik pabrik rokok retjo pentung merupakan seorang pecinta budaya yang awal mulanya hanya seorang buruh atau pesuruh di keluarga Tionghoa.

Awal mula usahanya hanyalah sebatas pengusaha rokok kecil dengan usahha rokok home made dengan istilah rokok tingwe atau rokok linting dewe.

Hasil kesuksesan pabrik rokok retjo pentung pun karena kegigihan dari sang pemilik sendiri bukan karena hasil dari sebuah pesugihan dengan ratu pantai selatan Nyi Roro Kidul.

Sedangkan adanya ritual pelarungan sesajen dan pemakaman beliau yang berada di pesisir pantai popoh dan terdapat banyak sekali lukisan Nyi Roro Kidul.

Keadaan tersebut ada karena seorang tokoh mbah Soemiran yang suka akan budaya, mengagumi sosok penokohan Nyi Roro Kidul dalam legenda jawa dan seorang penganut islam kejawen.

Islam kejawen yang merupakan sebuah islam yang dimana pemeluknya masih menganut adat istiadat yang ada di jawa.

Sedangkan adanya sebuah pelarungan sesajen tumpeng besar yang dihanyutkan ke laut merupakan bentuk rasa syukur manusia terhadap tuhan atas kehadiran laut di Tulungagung sebagai mata pencaharian dan salah satu sumber penghasilan ekonomi di Kabupaten Tulungagung.

Pernyataan tersebut ada dan telah dijelaskan pada Channel YouTube Denny Darko dengan pemilik Channel YouTube BucinTv yang membahas mengenai Pabrik Retjo Pentung yang telah bangkrut dan menjadi terbengkalai.

Dalam Podcast tersebut Denny Darko menjelaskan bahwa Pabrik Retjo Pentung adalah sebuah usaha dari sang kakeknya dan merupakan usaha yang tidak melibatkan Pesugihan dengan siapapun dan makhluk apapun.

Serta dalam podcast tersebut juga menjelaskan pemakaman kakeknya yang diletakkan di tepi pantai popoh disebabkan sang kakek yang selalu ingin pergi berlibur ke sebuah tempat wisata pada masa kecil dan mudanya.

Tetapi tidak memiliki uang atau kekurangan ekonomi dalam keluarga. Pada akhirnya sebagian tanah di sekitar pantai pun dibeli oleh sang kakek dan dijadikan sebagai tempat pemakaman keluarga.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#nyi roro kidul #retjo sewu #pabrik rokok #denny darko #pabrik rokok bangkrut #tulungagung #retjo pentung