Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Melejit! Es Batu Kristal PDAM Tulungagung Naik Harga di Tahun Kedua

Matlaul Ngainul Aziz • Senin, 25 Maret 2024 | 23:50 WIB
Harga es Batu Kristal PDAM mengalami kenaikan di Tulungagung.
Harga es Batu Kristal PDAM mengalami kenaikan di Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Harga es batu kristal yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Cahya Agung Tulungagung naik sejak bulan Februari lalu.

Sebelumnya harga es batu kristal ini dibanderol Rp 3 ribu kemasan 5 kilogram dan Rp 6 ribu kemasan 10 kilogram. Kini naik menjadi Rp 4 ribu kemasan 5 kilogram dan Rp 8 ribu kemasan 10 kilogram.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Cahya Agung Tulungagung, Joko Purnomo mengatakan, harga es batu kristal yang dikelola oleh Perumda Air Minum Tirta Cahya Agung naik dari harga di tahun pertama.

Yang mana sebelumnya harga es batu kristal dibanderol Rp 3 ribu untuk kemasan 5 kilogram dan Rp 6 ribu kemasan 10 kilogram.

“Ya kalau sebelumnya itu kita masih pengenalan, jadi kita pasang harga segitu. Laris tapi itukan harga promo di tahun pertama,” jelasnya pada Senin (25/3/2024).

Memasuki tahun kedua ini, harga es kristal naik menjadi Rp 4 ribu untuk kemasan 5 kilogram dan Rp 8 ribu kemasan 10 kilogram. Tentunya kenaikan dilakukan untuk menunjang operasional es kristal tersebut.

Menurutnya dalam pengelolaan sendiri, pembuatan es kristal membutuhkan tenaga listrik dan biaya operasional.

“Tetap ada laba tapi masih sedikit untuk kebutuhan pokok. Kalau airnya itu beli di PDAM, kebutuhan lainnya seperti listrik dan operasional,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat menargetkan berapa keuntungan dari pengelolaan es kristal setelah menaikkan harga.

Pasalnya kenaikan harga sendiri baru dilakukan di bulan februari tahun 2024. Menurutnya keuntungan dalam pengelolaan es kristal baru bisa diketahui ketika tutup buku akhir tahun nanti.

“Baru nanti di akhir tahun 2024 baru bisa tau labanya bersih berapa. Kalau sekarang belum bisa, tapi tidak sampai rugi,” paparnya.

Diketahui stok maksimal produksi es kristal mencapai sekitar 160 sak per harinya. Yang mana dalam satu sak memiliki berat 10 kilogram. Menurutnya produksi es kristal akan dimulai dari pagi hingga siang dan dilanjutkan pada sore hari.

“Kebanyakan konsumennya itu untuk kebutuhan rumah tangga. Jadi yang paling laku kemasan 5 kilogram,” ungkapnya.

Disinggung ihwal jumlah konsumen es kristal di bulan ramadan ini, dia mengaku, apabila jatuhnya bulan ramadan bertepatan dengan musim hujan.

Yang mana ini berpengaruh dengan tingkat konsumen es kristal yang cenderung menurun. Berbeda halnya dengan jumlah pengunjung pada musim kemarau.

“Ramadan barengan sama hujan, jadi ya lumayan sepi. Kalau musim kemarau sampai tidak bisa nyetok, sampai antri,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pdam #es batu