TULUNGAGUNG - Memasuki pertengahan bulan Ramadan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung punya banyak pekerjaan rumah (PR).
Itu terkait dengan masa mudik lebaran yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat. Survei dan pemetaan segera dilakukan guna memastikan titik mana saja yang butuh perhatian lebih.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Tulungagung, Panji Putranto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menerima surat keputusan bersama (SKB) antara Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian PUPR.
Di dalamnya diatur tentang skema pelaksanaan rekayasa lalin selama Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.
“Iya, kami sudah terima di pekan lalu dan sekarang sedang ditindaklanjuti,” katanya.
Ada beberapa titik di wilayah Kota Marmer yang dinilai cukup rawan. Diantaranya, simpang tiga ngantru di sebelah utara Jembatan Ngujang dan simpang tiga Jetakan.
Panji menyebut, kedua titik yang dimaksud menjadi titik pertemuan lalu lintas dua arah dari Tulungagung ke kota lain.
“Seperti Jetakan itu mempertemukan Tulungagung Trenggalek. Lalu, simpang tiga di Jembatan Ngujang itu mempertemukan Tulungagung-Kediri-Blitar,” tegasnya.
Guna meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan, dinas berencana kembali memberlakukan perubahan siklus traffic light di beberapa titik.
Teknisnya, waktu rambu lalu lintas di simpang-simpang protokol bakal diatur ulang dan disesuaikan dengan jumlah volume kendaraan.
“Untuk perkotaan, waktu siklus diatur lagi. Untuk jalan protokol, lampu merah dan hijaunya akan lebih lama karena volume kendaraan tinggi. Yang diutamakan di sini adalah jalan protokol atau jalan utamanya,” akuinya.
Adapun rekayasa lalin juga akan dilakukan simpang tiga Ngantru di sisi utara Jembatan Ngunut.
Besar kemungkinan jajaran Dishub, Polri dan pihak terkait bakal kembali memasang water barrier di sepanjang ruas Jalan Jayeng Kusuma, tepatnya di sekitar Jembatan Ngujang I.
Dengan demikian, kendaraan dari arah timur atau Blitar tidak bisa berbelok langsung ke arah utara. Sedangkan, kendaraan dari arah selatan juga harus mengambil jalan sedikit memutar ke arah utara jika bermaksud belok ke arah timur.
Saat ini survei sedang dilangsungkan oleh Dishub sebelum mulai memberlakukan kebijakan anyar ini pada pekan ketiga Ramadan mendatang.
Waktu ini dinilai krusial, mengingat jumlah kendaraan mudik lebaran diprediksi bakal mulai meningkat.
“Saat ini survei lalu kita buat eksisting terlebih dahulu. Baru nanti kita bisa pastikan interval waktu traffic light berapa lama. Atau juga menentukan titik mana saja yang perlu water barrier,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra