TULUNGAGUNG - Produsen aneka keripik jamur di Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, kebanjiran orderan di bulan ramadan 1445 H.
“Alhamdulillah, meningkat banyak,” ungkap Pemilik Produk Darra Mas, Darwati pada Jumat (29/3/2024).
Darwati mengaku di bulan penuh berkah bagi umat Islam ini kenaikan permintaan lebih dari dua kali lipat.
Dari kenaikan permintaan itu, paling banyak diminati konsumen adalah aneka keripik jamur jenis jamur tiram.
Hal itu dibuktikan dari kenaikan jumlah produksi yang signifikan antara momen ramadan dan hari-hari biasa.
Darwati menjelaskan bahwa jumlah produksi aneka keripik jamur di hari-hari biasa sebatas 15 kilogram per hari.
Sedangkan pada momen ramadan ini, kata dia, jumlah produksi mencapai 50 kilogram per hari.
Wanita kelahiran 1970 itu menilai, tren kenaikan orderan ini akan terus berlangsung hingga lebaran nanti.
“Lebaran dua hari itu banyak yang cari untuk oleh-oleh mudik,” tambah pemilik produk aneka keripik Darra Mas tersebut.
Di sisi lain, harga jual aneka keripik jamur tahun ini tidak mengalami kenaikan.
Untuk keripik jamur jenis tiram Rp 70 ribu per kilogram, keripik jamur kuping Rp 80 ribu per kilogram.
Selain keripik jamur, Darwati juga memproduksi keripik pare. Harga jual keripik pare lebih murah dibandingkan keripik jamur, yaitu Rp 65 ribu per kilogramnya.
Selama ini, lanjut Darwati, pemasaran aneka keripik jamur berada di lingkup pulau Jawa. Misal ke Malang, Bogor, maupun Depok.
“Konsumen offline maupun online sama-sama banyak,” ujarnya.
Darwati bersyukur di momen ramadan 1445 permintaan keripik jamur tetap banyak.
Dan, usaha keripik ini merupakan usaha keduanya, setelah banting stir dari berjualan telur asin.
“Sejak 2018 (produksi keripik jamur, Red), awalnya dulu telur asin karena telur asin itu kadaluarsanya cuma seminggu, akhirnya gimana kalau ganti yang lain,” jelasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra