Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menengok Kemeriahan Bagi-Bagi Takjil Perguruan Silat di Desa Mulyosari Tulungagung

Rinto Wahyu Hidayat • Minggu, 7 April 2024 | 19:32 WIB

Peduli. Pulau Pesilat dari 5 perguruan bagi-bagi takjil jelang waktu buka puasa. Di pertigaan Ngledeng Desa Mulyosari kecamatan Pagerwojo, Sabtu (6/4/2024).
Peduli. Pulau Pesilat dari 5 perguruan bagi-bagi takjil jelang waktu buka puasa. Di pertigaan Ngledeng Desa Mulyosari kecamatan Pagerwojo, Sabtu (6/4/2024).


TULUNGAGUNG - Bersumber dari patungan, bisa minimalisasi konflik lima perguruan silat di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, terlihat guyub rukun dalam berbagi kebahagiaan di momentum Ramadan 1445 H.

Mereka pun bersemangat saat membagikan sekitar 600 paket takjil kepada pengguna jalan di pertigaan Ngledeng, Desa Mulyosari, Sabtu (6/4/2024) sore.

Langit Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, tampak cerah pada Sabtu (6/4/2024) sore.

Namun, keriuhan terlihat di salah satu sudut jalan desa setempat. Tampak ratusan orang berseragam perguruan silat memenuhi dua sisi jalan.

Eit, jangan salah mengira mereka hendak berkelahi. Mereka hendak bagi-bagi takjil untuk pengguna jalan yang melintas. Meskipun berbeda seragam, mereka yang terdiri dari PSHT, IKSPI, Pagar Nusa, Porsigal, dan PSAW tampak rukun.

Apalagi, kegiatan ini juga mendapat pengamanan ketat dari TNI, Polri, dan pengamanan internal masing-masing perguruan.

Pesilat dari 5 perguruan bagi-bagi takjil jelang waktu buka puasa. Di pertigaan Ngledeng Desa Mulyosari kecamatan Pagerwojo, Sabtu (6/4/2024).
Pesilat dari 5 perguruan bagi-bagi takjil jelang waktu buka puasa. Di pertigaan Ngledeng Desa Mulyosari kecamatan Pagerwojo, Sabtu (6/4/2024).

Ketua Forum Paguyuban Pencak Silat Desa Mulyosari, Agil Wuisan mengatakan, pihaknya selalu melibatkan seluruh anggota perguruan pencak silat dalam beragam kegiatan desa. Seperti kerja bakti dan lain sebagainya. Nyatanya itu bisa meredam potensi konflik.

“Kami selalu melibatkan mereka dalam setiap kegiatan yang digelar di desa,” katanya.

Pria yang juga Kades Mulyosari ini menambahkan, pihak pemerintah desa juga melakukan kegiatan rutin setiap tiga bulan sekali dengan mengumpulkan semua pesilat.

Semua hal dibahas dan intinya semangat kerukunan di Desa Mulyosari tetap terjaga. Dengan begitu, semua tidak merasa dikesampingkan.

“Isu-isu terbaru yang ada di lingkup wilayah Tulungagung pun dibahas bersama-sama,” tambahnya.

Baca Juga: Mantap Duet di Pilkada Tulungagung, Maryoto - DGY Komitmen Usung Pembangunan Berkelanjutan

Pesilat dari 5 perguruan bagi-bagi takjil jelang waktu buka puasa. Di pertigaan Ngledeng Desa Mulyosari kecamatan Pagerwojo, Sabtu (6/4/2024).
Pesilat dari 5 perguruan bagi-bagi takjil jelang waktu buka puasa. Di pertigaan Ngledeng Desa Mulyosari kecamatan Pagerwojo, Sabtu (6/4/2024).

Dampaknya, lanjut pria ramah ini, semua kegiatan yang digelar setiap perguruan silat pun berjalan lancar.

Kalaupun ada konflik kecil, forum paguyuban pencak silat Desa Mulyosari bisa turut serta memecahkan permasalahan.

“Mereka pun bisa berlatih dan menggelar kegiatan organisasi dengan aman dan nyaman. Intinya, semua permasalahan bisa diselesaikan bersama-sama,” tambahnya.

Agil -sapaan akrabnya-melanjutkan, dana untuk keperluan bagi takjil pun digalang paguyuban.

Tentunya ini secara tidak langsung bisa mengikis persepsi jika pesilat adalah sosok yang menakutkan.

“Semoga kegiatan bagi-bagi takjil ini dapat menumbuhkan dan terciptanya kondusivitas yang ada di desa ini,” tandasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#perguruan silat #pagerwojo