TULUNGAGUNG - Antisipasi arus lalu lintas selama musim mudik lebaran, Satlantas Polres Tulungagung mulai terapkan rekayasa lalu lintas.
Bahkan selama rekayasa lalu lintas ini, truk besar selain distribusi logistik ataupun bahan bakar minyak (BBM) dilarang masuk wilayah kota.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Indrawan mengatakan, upaya rekayasa lalu lintas ini diberlakukan usai apel gelar pasukan ketupat semeru 2024 pada Rabu (3/4/2024) lalu.
Yang mana rekayasa lalu lintas ini guna arus pengguna jalan lancar tanpa adanya penumpukan kendaraan.
Setidaknya akan ada dua skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan. Adapun yakni saat periode mudik termasuk puncak arus mudik dan periode libur lebaran. Yang mana periode mudik dimulai pada Rabu (3/4/2024) hingga idul fitri. Kemudian libur lebaran mulai H+1 hingga libur lebaran selesai.
"Tidak hanya bagi para pemudik, masyarakat Tulungagung juga harus bersiap dengan adanya rekayasa lalu lintas ini. Termasuk truk besar selain truk logistik dan BBM, akan dialihkan dan tidak boleh masuk wilayah kota," jelasnya pada Jumat (5/4/2024).
Secara teknis, pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini dimulai dengan memberikan prioritas terhadap kendaraan yang keluar atau masuk wilayah Tulungagung. Penggunaan skala prioritas itu bisa diketahui dengan sedikit lebih lamanya durasi lampu hijau pada traffic light di jalur nasional.
Dengan menerapkan hal tersebut, kendaraan yang masuk atau keluar dari arah Kediri, Blitar dan Trenggalek bisa terus berjalan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang terlalu panjang. Tak hanya itu, pihaknya juga memasang pembatas jalan di sejumlah titik untuk mencegah crossing kendaraan.
"Seperti di simpang empat BTA ini kan yang sebelah utara dan selatan masuk jalur nasional, durasi lampu hijau pada sisi utara dan selatan lebih lama dibanding sisi lainnya. Beda lagi dengan simpang empat jepun, jalur nasionalnya kan di barat dan timur, pada jalur itu durasinya lama," ucapnya.
Wilayah wisata pun tak luput dari sasaran rekayasa lalu lintas. Sebab wilayah wisata berpotensi menjadi jujukan saat berlibur sehingga dikhawatirkan akan terjadi penumpukan kendaraan.
Diketahui rekayasa lalu lintas di lokasi wisata ini mulai diterapkan dari pintu masuk JLS Tulungagung atau tepatnya pada simpang tiga Besuki ke selatan.
Pada lokasi tersebut akan diterapkan one way system dengan cara yakni ditutup jika arus lalu lintas di area JLS mulai padat.
Kemudian di Pantai Gemah, pengunjung yang hendak pulang dilarang untuk belok kanan dari pintu keluar Pantai Gemah dan diarahkan belok kiri lebih dulu.
Saat belok kiri dari pintu keluar, pengunjung diarahkan untuk menuju titik putar balik dan rest area yang berlokasi di dekat atau sebelum Pantai Klathak.
Pihaknya juga menghimbau agar pengunjung yang ada di JLS tidak berhenti di bahu jalan, lantaran berpotensi menyebabkan kemacetan.
"Jadi saat hendak memasuki pintu masuk dan pintu keluar Pantai Gemah, sudah kami pasangi pembatas jalan, agar pengunjung yang keluar tidak bisa belok ke kanan karena sudah kami sediakan titik putar balik," pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra