Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sektor Wisata di Kawasan Pesisir Tulungagung Minim Asupan Infrastruktur, PAD Loyo!

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 25 April 2024 | 23:41 WIB

 

DPRD Tulungagung soroti pengembangan infrastruktur di kawasan pesisir selatan Tulungagung perlu dilakukan untuk menangkap potensi PAD.
DPRD Tulungagung soroti pengembangan infrastruktur di kawasan pesisir selatan Tulungagung perlu dilakukan untuk menangkap potensi PAD.

TULUNGAGUNG - Tingginya potensi PAD dari sektor wisata di pesisir selatan Tulungagung belum dibarengi dengan kelayakan infrastruktur.

Kondisi ini jadi salah satu poin yang disorot jajaran legislatif. Untuk itu, dewan meminta pemkab untuk membuat rancangan pengembangan infrastruktur dan wisata untuk dibahas di rapat badan anggaran.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tulungagung, Abdulah Ali Munib mengaku bahwa rapat gelar pendapat bersama OPD terkait sudah dilangsungkan di awal pekan ini.

Hasilnya, pemkab dan dewan sepakat untuk fokus pada pembangunan dan pengembangan infrastruktur di dua wilayah.

"Untuk tahun ini, yang difokuskan ada pada wisata di lingkar Gunung Wilis dan pantai selatan," sebutnya.

Prioritas bakal dialamatkan pada wisata pantai selatan. Menurut Munib, proses pembangunan jalur lintas selatan (JLS) rampung di tahun ini. Lalu, pembangunan tol Kediri-Tulungagung juga segera dilakukan.

Selain itu, bandara internasional Dhoho, Kediri juga sudah mulai beroperasi. Itu berarti, ada peluang besar dari segi ekonomi yang bisa diraih jika Kota Marmer lekas "bersolek".

"Kita menyongsing bandara Kediri. Lalu, nanti ada jalan tol dan JLS saat ini sedang tahap pembangunan dari Pantai Brumbun ke Sine. Targetnya tahun ini selesai," ucap politisi PKB ini.

Untuk itu dewan meminta pemkab untuk segera membangun jalur-jalur yang menghubungkan wilayah pusat kota hingga ke lokasi wisata. Dia menambahkan, kegiatan usaha masyarakat melalui UMKM juga harus diperhatikan.

Salah satu opsi yang bisa diambil adalah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan stakeholder terkait di lokasi wisata.

"Pertama membangun jalur sirip dari dari kota ke JLS, lalu dari JLAS ke pantai. Kemudian akomodasi masyarakat sekitar dengan mengadakan PKS dengan Perhutani agar diadakan lokasi untuk kegiatan UMKM. Contohnya seperti yang dilakukan di Pantai Mutiara," bebernya.

Disinggung soal tidal adanya kegiatan pengembangan fisik di destinasi wisata tahun ini, Munib menegaskan bahwa dalam hal ini pemkab harus lebih proaktif.

Salah satunya dengan melakukan analisa dan perhitungan kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan fisik.

"Kami minta agar dinas terkait hitung dahulu berapa kebutuhannya. Nanti akan kita sampaikan dan ajukan di rapat banggar," pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#dprd tulungagung #pesisir selatan