TULUNGAGUNG – Satu bidang tanah kas desa milik Desa Sukowidodo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, turut menjadi salah satu wilayah yang terdampak pembangunan tol Kediri – Tulungagung.
Karena proses pembebasan lahan masih berjalan, Pemdes Sukowidodo pun masih mengikuti sejumlah prosesnya, apakah nanti lahan tersebut akan diganti dengan lahan ataukah dengan uang.
Kepala Desa Sukowidodo, Kecamatan Karangrejo, Supardi menyebut ada 105 bidang tanah di Desa Sukowidodo yang terdampak pembangunan jalan Tol Kediri - Tulungagung.
Jumlahnya masih bisa bertambah karena adanya penetapan lokasi (Penlok) baru yang menambah luasan lahan terdampak dan itu belum dihitung oleh pihak pemerintah desa (Pemdes).
“Ada satu bidang tanah kas desa yang juga terdampak. Itu lahan persawahan yang masih digunakan sampai saat ini,” ungkap Supardi.
Supardi tidak mempersoalkan adanya tanah kas desa yang terdampak itu. Pihak Pemdes Sukowidodo akn mengikuti aturan yang berlaku.
Termasuk jika nanti ada tawaran apakah tanah itu akan diganti uang atau lahan pengganti.
Pun, lanjut dia, warga terdampak di Desa Sukowidodo pasti juga akan patuh dengan aturan negara. Sampai saat ini, belum ada penolakan yang terjadi selama beberapa sosialisasi dilaksanakan.
“Warga sini baik, Insyaallah tidak ada penolakan. Karena sosialisasi juga sudah beberapa kali dilakukan,” tutup Supardi. Pada prosesnya, tanah terdampak di Desa Sukowidodo telah dilakukan survei oleh pemrakarsa pembangunan. Namun memang, tahapan pada desa tersebut belum sampai di penetapan appraisal.
Salah satu warga yang lahannya menjadi korban pembangunan jalan tol Kediri – Tulungagung, Hari menambahkan belum mengetahui akan dihargai berapa tanahnya itu oleh pemrakarsa pembangunan.
Makanya, Hari dan warga terdampak lainnya saat ini tengah menantikan hasil appraisal tanah mereka yang terdampak.
Saat ditemui koran ini beberapa waktu yang lalu, Hari sedang asik membabat rumput gajah pada lahannya yang sebentar lagi akan berganti fungsi sebagai jalan tol.
Pengumuman sudah ia dapatkan, namun nilai appraisal tanahnya masih belum.
“Beberapa kali sudah dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi. Lahan milik saya ini akan dipakai untuk jalan tol secara penuh,” katanya.
Lamanya pemberitahuan tentang penetapan harga tanah di Desa Sukowidodo menjadi perhatian Hari, pun warga lainnya yang tanahnya terdampak. Warga menjadi penasaran berapa tanah mereka akan dihargai.
“Saya belum tahu akan dibeli berapa tanah saya ini, karena sampai kini juga belum sampai di proses itu. Warga lainnya juga masih menunggu (penetapan harga),” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra