TULUNGAGUNG – Pola pembangunan di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, tetap mengacu pada program Pemkab Tulungagung. Hal ini sesuai petunjuk teknis dari dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD). Apalagi, pembangunan tetap dibiayai dana desa (DD).
Kepala Desa Kalibatur Asim Atmojoyo mengatakan, pada tahun ini desa yang dipimpinnya itu mendapatkan DD senilai Rp 1,72 miliar.
Dana itu sangat dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur di desa tersebut.
“Tentu keberadaan DD sangat kami butuhkan untuk pembangunan desa,” jelasnya.
Pernyataan pria 69 tahun ini pun cukup beralasan. Apalagi, Pemdes Kalibatur sudah menggarisi jika 42,6 persen dari DD dipergunakan untuk pembangunan.
Seperti cor blok jalan maupun rabat beton. Dan, saat ini ada lima dusun target pemdes dalam realisasi penggunaan.
“Saat ini kami fokus untuk membangun infrastruktur jalan desa di Dusun Darungan, Banaran, Dawung, Krajan, dan Papar,” ungkapnya.
Asim tak menampik akses jalan memang menjadi pembeda untuk Dusun Darungan dan Banaran. Minimnya jalan yang layak membuat mobil pengangkut susah mengirim material, apalagi saat musim hujan.
“Makanya kami ingin membangun jalan rabatan di situ untuk memudahkan aktivitas warga,” ujarnya.
Fokus pada pembangunan fisik, secara otomatis membuat program pemberdayaan masyarakat belum terealisasi 100 persen. Padahal, pemdes sudah mengalokasikan 2,6 persen dari DD untuk hal tersebut.
“Kami optimistis pemberdayaan masyarakat tak menemui kendala karena tak terpengaruh cuaca,” tandasnya.(rin/nul/c1/rka)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra