NASIONAL - Akses penting wilayah Jawa Timur bagian selatan, jalan tol penghubung kota Kediri dan kabupaten Tulungagung akan dibangun mulai kuartal kedua pada April hingga Juni 2024. Ditargetkan, proyek tol Kediri-Tulungagung bisa selesai pada kuartal ketiga tahun depan, sekitar Juli-September.
Proyek strategis nasional ini menghabiskan sekitar Rp 9,92 triliun rupiah. memasuki tahap pembebasan lahan dalam wilayah kota dan kabupaten Kediri juga pembebasan lahan pada kabupaten Tulungagung.
Proyek tol ini akan dikerjakan oleh rekanan proyek PT. Surya Sapta Agung Tol yang akan mengerjakan tol menghubungkan Kediri-Tulungagung sepanjang 44,17 km dengan perincian:
Ruas yang dibangun sepanjang 37,35 km merupakan main road yang menghubungkan Kediri dengan kabupaten Tulungagung.
Akses menuju bandara Dhoho Kediri sepanjang 62,82 km. jalan tol ini didesain dengan jalur 2 kali 2 dengan lebar sebesar dua kali tiga koma enam meter.
Jalan tol Kediri- Tulungagung akan didesain memiliki 4 simpang susun yaitu di Bulawen, Mojo, Kediri, dan Tulungagung.
Membangun jalan tol Kediri- Tulungagung adalah salah satu proyek Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) atas Prakarsa Badan Usaha (unsolicited).
Pembangunan jalan tol Kediri- Tulungagung telah tercantum dalam Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, kawasan Bromo- Tengger-Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan, dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur.
Pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung diprakarsai oleh PT Gudang Garam. Pelaksanaan dalam proyek ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), perjanjian regres dan perjanjian penjaminan jalan tol Kediri- Tulungagung yang disaksikan langsung oleh menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Pembuatan jalan tol Kediri- Tulungagung diharapkan dapat menjadi akses mempercepat konektivitas di salah satu ruas jalan di Jawa Timur.
Namun pembebasan tanah yang terdampak proyek tol belum sepenuhnya berjalan dengan mulus.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra