Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Kelam Di Balik Terowongan Niyama Tulungagung

Ruhma silvi wardani • Jumat, 10 Mei 2024 | 19:00 WIB

Potret terowongan Niyama di Tulungagung
Potret terowongan Niyama di Tulungagung

TULUNGAGUNG - Terowongan Niyama adalah terowongan untuk membuang air banjir yang berada di kecamatan Besuki kabupaten Tulungagung

Proyek pembangunan Terowongan Niyama pertama kali dikerjakan pada Februari tahun 1943, hal ini disebabkan oleh banjir yang terjadi karena meluapnya sungai Brantas pada 17 November 1942, banjir tersebut  menyebabkan sebanyak 150 desa dan 9.000 rumah di Tulungagung terendam oleh air.

Pada saat itu Indonesia sedang dijajah oleh Jepang, sehingga Jepang melakukan proyek untuk menanggulangi banjir pada tahun 1943.

Proyek yang direncanakan oleh Jepang kini dikenal dengan terowongan Niyama, dalam menjalankan proyek ini membutuhkan kurang lebih 20.000 Romusha dan kerja paksa. 

Baca Juga: Inilah Penampakan Jalan Tol Kediri-Tulungagung yang Akan Segera Dibangun

Alasan kuat mengapa Jepang membangun terowongan Niyama adalah luapan air yang disebabkan oleh banjir juga mengenai area pertanian dan membentuk tanah berawa yang luas di daerah hilir, sehingga area pertanian tidak dapat ditanami lagi.

Terjadinya banjir menyebabkan seluruh karesidenan Kediri membangun terowongan yang menembus bukit untuk mengaliri air ke Samudra Hindia.Untuk menembus bukit, batu-batu kapur di dasar punggung bukit dihancurkan dengan menggunakan bahan peledak.

Proyek pembangunan terowongan Niyama dimulai pada Februari 1943, namun terowongan pertama kali dibangun pada bulan Oktober tahun 1943 dan selesai pada Juli 1944.

Baca Juga: Inilah Penampakan Jalan Tol Kediri-Tulungagung yang Akan Segera Dibangun

Dalam pembuatan terowongan Niyama ini para pekerja tidak diberi upah sedikitpun sehingga kehidupan mereka sangat menyedihkan dan memakan banyak korban jiwa dalam proses pembuatannya.

Niyama atau Neyama berasal dari bahasa jepang Ni yang berarti dua dan yama yang berarti gunung, kata ini juga diparafrasekan menjadi Ne yang dalam bahasa jepang berarti akar.

Walaupun dalam proses pembangunan terowongan ini mengorbankan nyawa, namun terowongan Niyama sangat dibutuhkan dan juga dapat menyelamatkan rumah, lahan serta nyawa dari banjir.

Pada tahun 1971 Presiden Soeharto membangun terowongan baru di selatan terowongan Niyama karena dianggap terowongan Niyama tidak cukup dalam menanggulangi banjir, lalu terowongan itu diresmikan pada tahun 1986.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Suharto, Rela Melepas PNS Demi Mengemban Tugas sebagai Kades Panggul

terowongan baru disebelah terowongan niyama ini biasa disebut dengan terowongan Tulungagung I dan terowongan Tulungagung II.***

 

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#tulungagung #terowongan niyama #cerita misteri