Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

DPRD Tulungagung Desak Pemeliharaan dan Peningkatan SDM Jupel

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 14 Mei 2024 | 20:10 WIB
Seorang jupel sedang membersihkan Candi Sanggrahan Tulungagung.
Seorang jupel sedang membersihkan Candi Sanggrahan Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Keberadaan candi-candi di Tulungagung perlu perhatian dari pemerintah.

Menilik kondisi di lapangan, DPRD Tulungagung menilai perlu melakukan komunikasi dengan pemkab untuk melakukan pemberdayaan fisik hingga juru pelihara (jupel) di lapangan.

Jupel Candi Sanggrahan, Muadin mengungkapkan, pemeliharaan secara berkala dilakukan setiap hari oleh masing-masing jupel yang bertugas.

Kegiatan itu biasa dilakukan dengan menggunakan alat-alat yang ditentukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.

"Setiap hari ada pembersihan. Lalu, juga dilakukan pendataan dan pengawasan pada pengunjung," katanya.

Dia menerangkan, jumlah kunjungan wisata di situs candi yang berlokasi di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, itu terbilang tinggi. Yaitu, rata-rata mencapai 500 orang dalam sebulan.

"Kalau musim libur sekolah, jumlah kunjungan bisa lebih tinggi lagi," sambungnya.

Muadin mengaku, kondisi itu membuat para jupel cukup kesulitan dalam melaksanakan tugas.

Sebab, banyaknya jumlah pengunjung tak sebanding dengan jumlah tenaga jupel di situs candi.

"Kalau dari disbudpar, selama ini kadang ada pelatihan dan sosialisasi. Sedangkan, pengambilan kebijakan adalah ranah BPK Wilayah XI Jatim. Jadi, kadang memang cukup terkendala dalam pengkondisian kegiatan wisata," akunya.

Ketua Komisi DPRD Tulungagung, Abdulah Ali Munib mengungkapkan, ada banyak item yang perlu dilengkapi di situs wisata candi. Itu berlaku pada fasilitas fisik maupun nonfisik.

Meski begitu, dia mengaku bahwa dalam hal ini dewan tidak memiliki wewenang khusus untuk membuat kebijakan atas peningkatan SDM jupel.

"Karena itu wewenangnya ada pada BPK langsung. Kalau dari kami, beberapa tahun lalu ada usulan untuk membangun museum. dan akhirnya terealisasi di Boyolangu," jelasnya.

Situs candi, lanjut Munib, memang bisa jadi potensi untuk menarik wisatawan lokal dan luar daerah.

Sehingga, dalam hal ini pihak dewan dan pemkab perlu melakukan komunikasi intens untuk menilik sejauh mana kelengkapan item penunjang di masing-masing candi sudah tercukupi.

"Harus dikomunikasikan jika memang ingin ada anggaran yang akan dialokasikan ke sana untuk berbagai kebutuhan," tegasnya.

Dia juga menyinggung pentingnya aspek kecakapan yang dimiliki oleh masing-masing jupel. Sebab, itu berkaitan langsung dengan upaya untuk menarik lebih banyak pelancong.

Sehingga, selain soal pengetahuan dan latar belakang candi, Munib menerangkan bahwa para jupel juga harus dibekali kemampuan untuk membuat para wisatawan tertarik dengan situs yang dikunjungi.

"Iya. Nanti akan kita bicarakan dengan pemkab untuk hal itu. Tapi, ini juga perlu dibicarakan dengan BPK. Yang pasri kita berharap agar para jupel bisa punya kemampuan lebih, sehingga tidak cepat diganti dan ditugaskan di tempat lain," pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#sdm #jupel #dprd #candi