TULUNGAGUNG - Ratusan penghobi burung kicau dari berbagai wilayah di Jawa Timur (Jatim) tampak memadati Waroeng Winna Joglo, Minggu (12/5/2024). Mereka antusias mengikuti lomba kicau perkutut dengan berbagai hadiah menarik.
Ketua Korcam Perkumpulan Pelestari dan Pecinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI) Winna Joglo, Andika Wisnu Febrianto mengatakan, event kemarin juga jadi penanda peresmian korcam dan peringatan tujuh tahun berdirinya Waroeng Winna Joglo. Dua momentum itu sengaja dikemas dalam gelaran lomba kicau burung perkutut.
"Kami ingin merangkul dulur-dulur pecinta dan pelestari perkutut. Ini juga bagian dari nguri-nguri budaya Jawa. Makanya, peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah. Selain Tulungagung, ada dari Kediri, Blitar, Trenggalek, Pasuruan, Jombang, hingga Probolinggo," bebernya.
Total ada sekitar 400 peserta yang berkompetisi di lomba kemarin. Andika menerangkan, para peserta dibagi dalam delapan kelas berbeda.
Rinciannya, kelas VIP gacoran lokal alam, VIP gacoran bebas, VIP gacoran 250, reguler gacoran lokal alam, reguler gacoran bebas, reguler gacoran 200, reguler gacoran 100, dan kelas reguler gacoran 50.
"Dalam pelaksanaan, dibagi menjadi delapan sesi berdasarkan masing-masing kelas lomba," sambungnya.
Disinggung soal teknis penilaian, Andika mengaku bahwa para juri bakal melihat seberapa intensif kicauan burung yang dilombakan. Nah, di lomba kemarin, panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang.
Mulai dari sembako, sangkar burung, burung hias, dan satu unit sepeda motor listrik sebagai hadiah utama.
"Selain itu, kami juga siapkan banyak doorprize lain," ujar pengelola Waroeng Winna Joglo ini.
Meski ada berbagai hadiah menarik, dia menegaskan bahwa mencari sosok juara bukan jadi tujuan utama event kemarin.
Dia juga memastikan bahwa lomba kemarin merupakan adu gengsi di antara para penghobi burung kicau. Lebih dari itu, event kemarin bertujuan sebagai media untuk menyambung kekerabatan, sportivitas, dan melestarikan budaya di antara sesama penghobi burung perkutut.
"Ndak adu gengsi, tapi silaturahmi. Yang ditekankan bukan juara, tapi fairplay dan kebersamaan dan persaudaraan. Kita kan melestarikan budaya juga. Seperti kata pepatah, wong jowo ojo ilang jawane (orang Jawa jangan hilang jati diri sebagai orang Jawa, Red)," kata Andika.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra