TULUNGAGUNG - Buku fisik membutuhkan perawatan yang cukup intensif agar usia buku dapat berlangsung lebih lama.
Selain kerusakan buku secara ilmiah, kerusakan buku dari faktor manusia juga menjadi perhatian khusus bagi Perpusda Kabupaten Tulungagung dalam memberikan edukasi terhadap pustaka.
Pustakawan Perpusda Kabupaten Tulungagung, Punglina Agustin Suryaningsih mengatakan mengatakan, proses perawatan koleksi buku di perpusda terus dilakukan secara rutin dan berkala.
Mulai pembersihan debu, rayap hingga pengaturan temperatur suhu yang dijaga agar jendela ilmu tersebut dapat bertahan lama.
“Ya kalau pembersihan dari debu itu disulak mas, setelah itu dikasih kapur baru. Suhunya juga diatur agar tidak lembab. Itu dilakukan setiap hari,” jelasnya kemarin (16/5/2024).
Pengaturan suhu pun dilakukan untuk menghindarkan koleksi buku-buku di perpusda dari jamur.
Tentu hal ini dapat memengaruhi umur buku. Diketahui setiap tahunnya, perpusda Kabupaten Tulungagung selalu melakukan fumigasi untuk mencegah penjamuran.
“Upaya-upaya ini untuk menghindari kerusakan buku secara alami,” ucapnya.
Kemudian untuk mencegah kerusakan buku karena manusia pun juga menjadi resiko tersendiri bagi keberlangsungan buku.
Terutama ketika peminjaman buku di musim penghujan. Menurutnya pihaknya tetap memberikan edukasi kepada pustaka agar dapat merawat buku yang dipinjam secara bijaksana.
“Kalau musim penghujan itu biasanya tasnya bukan yang tahan air, sehingga buku bisa basah. Kalau basah ya kita keringkan dulu, kalau mau lepas ya kita jilid lagi,” paparnya.
Diketahui jumlah koleksi buku di perpusda Tulungagung berjumlah sebanyak 27.785 judul dengan 53.758 eksemplar.
Sementara itu, Pustaka Perpusda Tulungagung, Hilmy Izzuddin Zubair mengatakan, faktor kenyamanan menjadi pilihannya untuk lebih memilih buku fisik dibandingkan buku digital.
Tak hanya itu, kunjungannya ke perpusda Tulungagung sangatlah membantu dalam mencari referensi-referensi baru baik untuk mengerjakan tugas maupun untuk mencari inspirasi.
“Ya lebih enak buku fisik, lebih nyaman. Tempatnya bersih dan koleksi bukunya juga lengkap,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra