Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perjuangan Hibatul Qodiri, Siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Raih Juara 1 Ajang LKS Tingkat Jatim

Nanik Hidayah • Senin, 20 Mei 2024 | 19:41 WIB

 

PRESTASI : Kepala Sekolah Trisno Wibowo, S. Pd. M.M bersama guru pembimbing bangga terhadap Qodiri yang telah berhasil mengharumkan nama SMKN 1 Boyolangu.
PRESTASI : Kepala Sekolah Trisno Wibowo, S. Pd. M.M bersama guru pembimbing bangga terhadap Qodiri yang telah berhasil mengharumkan nama SMKN 1 Boyolangu.

TULUNGAGUNG - SMKN 1 Boyolangu tak henti mengukir prestasi. Terbaru, Hibatul Qodiri, siswa sekolah tersebut, menjadi jawara dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke-32 tingkat provinsi. Yakni, bidang lomba teknik perancangan model 3D.

LKS tersebut digelar di tujuh daerah. Di antaranya, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Tulungagung. Ini merupakan agenda setiap tahun.

Kepada Jawa Pos Radar Tulungagung, Hibatul Qodiri menceritakan pengalamannya mengikuti LKS tersebut. Dimulai dari persiapan lomba selama dua bulan sebelum lomba digelar.

Saat itu, dia didaftarkan oleh dua guru pembimbingnya. Yakni, Andika dan Erwan. Itu karena Qodir, sapaan Hibatul Qodiri, memiliki kemampuan mumpuni dalam bidang animasi.

Qodir lantas mulai mengatur jadwal Latihan. Itu harus dilakukan karena saat yang bersamaan, dia sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di salah satu perusahaan. Dia beruntung para guru pembimbing selalu mendukungnya. Termasuk untuk mengatur izin dengan perusahaan yang digunakannya untuk PKL.

Dia juga mendaftarkan kursus supaya dapat menguasai beberapa software yang diperlukan saat lomba.

“Setiap hari sehabis pulang PKL, saya berlatih sampai malam selama satu bulan sebelum lomba. Perusahaan tempat PKL mengizinkan untuk ikut LKS. Saya jadi lebih semangat belajar,” ungkapnya.

Selain belajar selama sebulan penuh, Qodir tak lupa berdoa. Dia meminta kepada Sang Pencipta agar diberi kemudahan serta kelancaran selama mengikuti LKS. Dia pun tak sendiri. Rekan-rekan dan keluarganya ikut memberikan dukungan. Ini menambah motivasi Qodir.

Nah, pada hari pertama lomba, Qodir langsung minder. Sebab, peserta lain punya progres pesat. Kesehatan fisiknya mulai terpengaruh. Beruntung, Erwan, guru pendamping, mampu memotivasi Qodir.

“Alhasil, saya dapat menjalani dua hari berikutnya dengan perasaan enjoy dan senang. Saat itu saya mengikuti bidang lomba Teknik Perancangan Model 3D, membuat suatu model karakter digital 3 dimensi untuk keperluan industri game,” ucapnya.

Dalam satu ruangan saat lomba, lanjut pria ramah itu, terdapat beberapa siswa dari sekolah lain. Mereka semua terlihat hebat. Hal itu benar-benar membuat Qodir tertekan. Awalnya, dia tidak yakin masuk 10 besar.

BANGGA : Kepala Dinas  Pendidikan Jatim Cabang Tulungagung, Sindhu Widyabadra, SE, MA juga turut bangga atas prestasi yang diraih oleh Qodiri.
BANGGA : Kepala Dinas Pendidikan Jatim Cabang Tulungagung, Sindhu Widyabadra, SE, MA juga turut bangga atas prestasi yang diraih oleh Qodiri.

Pada hari ke-3 perlombaan diumumkan 10 besar. Juara 10 sampai 4 sudah disebutkan dari sekolah mana saja. Alangkah terkejutnya Qodir karena sekolahnya disebutkan pada saat pembacaan tiga besar. Pengumuman pemenang juara 1, 2, 3 akan diumumkan saat penutupan LKS.

“Saat pembacaan nominasi, saya merasa gugup. Namun, saya disebutkan terakhir sebagai juara 1. Saya merasa gembira. Yang dulunya saya merasa salah masuk jurusan, sekarang dapat memegang piala juara 1,” jelasnya.

Untuk ke depannya, Qodir mengaku terus berlatih. Dia ingin meningkatkan skill serta pengalamannya.

Kepala SMKN 1 Boyolangu, Trisno Wibowo SPd MM mengatakan, terdapat tujuh siswa yang mewakili sekolah dalam event bergengsi tersebut. Terdiri atas program keahlian pemasaran, rekayasa perangkat lunak MPLB, kimia industri, dan animasi. Lomba tersebut diselenggarakan selama tiga hari. Mulai 22-25 April di Madiun.

“Saya bangga dan kagum pada Hibatul Qodiri. Sebab, program keahlian animasi telah berhasil meraih juara 1 bidang lomba teknik perancangan model 3D, dengan memperoleh hadiah berupa trofi dan uang Rp 5 juta. Penilaian lomba dari aspek keterampilan dan skill siswa,” ujarnya.

Waka humas sekaligus ketua panitia LKS SMKN 1 Boyolangu, Kasmi SPd MPd, juga menambahkan bahwa selama dua kali sebagai ketua LKS, dua tahun berjalan lancar. Tahun lalu, DKV dan jurusan atau program keahlian ULP memperoleh juara di Jember.

Keunggulan SMKN 1 Boyolangu, lanjut Trisno, mempunyai 10 program keahlian yang sudah sesuai perkembangan zaman.

Selain itu, menjadi SMK PK Pemadanan yang bisa mengimbaskan kompetensinya ke sekolah lain dengan level di bawahnya. Selain itu, sering kali menjuarai berbagai bidang.

“Baik terkait IT, wirausaha, bahasa asing, dan perfilman. Tentunya juga didukung oleh program unggulan serta ekstrakurikuler, paskibraka dan olahraga,” katanya.

Pria ramah itu berharap prestasi yang diraih siswa bisa dipertahankan, bahkan bisa ditingkatkan. Semoga semua program keahlian yang lain dapat mengirimkan kandidatnya dan bisa meraih juara tingkat provinsi hingga nasional.

“Pesan saya kepada anak-anak, terus tingkatkan kompetensi kalian dengan berbagai cara. Belajar tidak hanya di sekolah, melainkan bisa dengan siapa saja. Baik dengan internet maupun para praktisi. Sesuai tujuan SMKN 1 Boyolangu Tulungagung yaitu BMW,” tandasnya.(nik/c1/wen)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#SMKN 1 Boyolangu