Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Maknai Harkitnas ke-116, Pemkab Tulungagung Siapkan Generasi Menuju Indonesia Emas

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 21 Mei 2024 | 13:00 WIB
Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno.
Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno.

TULUNGAGUNG - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 tahun ini dimaknai mendalam oleh Pemkab Tulungagung. Dalam upacara yang digelar di kantor bupati, kemarin (20/5/2024), pimpinan daerah menyampaikan pentingnya mempersiapkan program menuju Indonesia emas 2045.

Tampak hadir, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno, jajaran forkopimda, pimpinan OPD di lingkup pemkab, dan stakeholder terkait. Pemkab juga menghadirkan pelajar sekolah dan perguruan tinggi sebagai peserta upacara.

Pj Bupati Heru Suseno mengatakan, tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah Bangkit untuk Indonesia Emas. Jika ditarik ke belakang, 116 tahun lalu didirikan organisasi Budi Utomo. Itu jadi titik kebangkitan perjuangan Indonesia.

"Kalau dihubungkan dengan tema sekarang, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menuju Indonesia emas 2045," terangnya.

Maka, tugas pemerintah adalah untuk memastikan generasi selanjutnya siap menghadapi berbagai tantangan menuju 2024. Heru menegaskan, hal itu tak lepas dari dua poin penting. Yaitu, pendidikan dan kesehatan.

Di sektor pendidikan, program pembelajaran harus dioptimalkan. "Terutama di pendidikan dasar, menengah, dan lanjut jadi kunci utama," imbuhnya.

Di sektor kesehatan, ada banyak hal yang harus segera dicapai. Mulai dari penurunan angka kemiskinan hingga angka stunting. Keduanya jadi poin penting untuk meningkatkan kualitas generasi muda menuju Indonesia emas.

Disinggung soal kondisi di Tulungagung, Heru mengaku bahwa program ini sudah mulai digulirkan. Tapi, ada banyak hal yang masih perlu dipacu.

"Kita sudah on the track. Tapi, perlu dipacu betul, terutama stunting. Harapannya agar anak-anak kita jadi generasi yang siap melanjutkan program ini menuju 2045 nanti," ujar laki-laki berkacamata ini.

Untuk itu, penurunan angka stunting jadi salah satu program utama bagi pemkab. Salah satu upayanya adalah dengan gencar menyampaikan sosialisasi.

"(Angka stunting, Red) bisa dieliminir. Terutama saat usia remaja putri sudah diberi tahu bagaimana dia menyiapkan perkawinan," katanya.

"Lalu, saat hamil ibu sadar bahwa gizi bagi diri dan bayinya itu penting. Hal ini juga harus lebih diperhatikan pada 1.000 hari sebelum kelahiran. Jadi, harus perbaiki gizi," lanjutnya.

Mengingat pendidikan dan kesehatan punya peran penting untuk menunjang program pemerintah, dia memastikan bahwa pemkab berupaya memastikan porsi APBD yang mencukupi.

Meski begitu, dia juga menegaskan bahwa pemkab tetap proporsional dalam penganggaran. "Kalau untuk kesehatan udah ada anggarannya. Tapi, tidak semua porsi ke situ," terangnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Heru Suseno #Pemkab Tulungagung #pj bupati