TULUNGAGUNG - Kabupaten Tulungagung memiliki nuansa tersendiri bagi Sujiwo Tejo. Berawal dari kenangannya di masa kecil, Kota Marmer ini memberikan ribuan makna dari pertemuannya dengan para kiai asal Tulungagung.
Budayawan, Sujiwo Tejo mengatakan bahwasannya Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kota yang kerap ia kunjungi. Menurutnya setiap dia membutuhkan pertolongan yang agung pasti akan berkunjung ke Tulungagung.
Meski disampaikan dengan gelak tawa, tentu pernyataan ini menyembunyikan ribuan makna terhadap pria berusia 61 tahun tersebut.
“Sudah sering beberapa kali, setiap saya membutuhkan pertolongan yang agung saya pasti ke Tulungagung,” jelasnya kemarin (21/5/2025).
Perkenalannya dengan Kabupaten Tulungagung dimulai sejak masih kecil. Semasa kecil, pria yang akrab disapa mbah Tejo ini senang sekali bermain dengan telur yang berbahan dasar batu marmer.
Setelah menanyakan dari mana asal telur marmer itu, nyatanya telur marmer tersebut buatan dari Tulungagung. Namun perjumpaannya dengan Kabupaten Tulungagung justru melalui perjalanan spiritual yakni dengan bertemu kiai-kiai besar asal Tulungagung.
"Jadi sekitar 10 tahun yang lalu, bukannya ketemu marmer justru bertemu pondok pesantren Peta, ketemunya malah dengan kyai-kyai,” ucapnya.
Selain bersentuhan dengan spiritual, kunjungannya ke Tulungagung juga tak lepas dari nilai budaya. Menurutnya gamelan-gamelan di Tulungagung memiliki ciri khas tersendiri dibanding gamelan lainnya.
“Ya gamelannya juga lumayan bagus dan punya ciri khas tersendiri,” ungkapnya.
Tak hanya itu, cita rasa kuliner di Tulungagung pun cukup menarik. Menurutnya di Tulungagung ada satu kuliner sate yang memiliki cita rasa yang khas. “Sate kambing yang tidak prengus itu ada di Tulungagung. Kalau ini sampai prengus, saya yang bayar,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra