TULUNGAGUNG - Pembangunan jalur lintas selatan (JLS) terbukti membawa dampak pada sektor pariwisata.
Pada Pantai Dlodo misalnya, dari sebelumnya omzet wisata tersebut hanya Rp 200 ribu sehari, kini menjadi Rp 2 juta per harinya.
Sayangnya, peran dari pemkab untuk memaksimalkan potensi itu dipandang masih kurang.
Ketua BUMDes Citra Gumilang, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Ibnu Effendi menyebut, pasca dibangunnya JLS, jumlah kunjungan wisata Pantai Dlodo meningkat pesat.
“Dibangunnya JLS memang sangat berdampak besar terhadap Pantai Dlodo,” ungkap Ibnu.
Dia menyebut dampak terbesar adalah pada jumlah kunjungan setiap harinya. Dengan jumlah kunjungan pantai yang meningkat, omzet pantai otomatis juga naik.
Jika dikalkulasi, peningkatan omzet bahkan sampai 10 kali lipat lebih.
“Jika dulu omzet per hari hanya Rp 200 ribu, kini (pasca JLS dibangun, Red) setiap hari bisa tembus Rp 2 juta lebih,” paparnya.
Tetapi sebenarnya, menurut dia, potensi itu masih bisa ditingkatkan lagi. Asalkan pengelola wisata pantai mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah Tulungagung.
Ada beberapa hal yang dikeluhkan, seperti jalan sirip akses menuju Pantai Dlodo yang masih buruk.
Serta kurangnya pelatihan bagi masyarakat sekitar pantai untuk membangun sebuah produk atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penunjuang pariwisata yang ada.
“Kami harap pemerintah bisa hadir dalam pengelolaan wisata selatan Tulungagung. Karena selama ini, pembangunan infrastruktur yang dilakukan juga kurang, kemudian pelatihan wirausaha bagi masyarakat sekitar juga belum pernah ada,” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra