TULUNGAGUNG - Ribuan pekerja migran indonesia (PMI) asal Tulungagung berhasil diberangkatkan ke luar negeri. Adapun mayoritas PMI asal Tulungagung ini memilih negara tujuan Taiwan dan Hongkong.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Agus Santoso mengatakan, dalam kurun waktu 5 bulan terakhir, telah ada ribuan warga asal Tulungagung yang diberangkatkan ke luar negeri sebagai PMI.
Tercatat setidaknya ada sekitar 1.000 warga yang telah diberangkatkan.
Rincinya, setiap bulan setidaknya ada 200an warga yang berhasil diberangkatkan ke luar negeri sebagai PMI secara resmi.
Menurutnya ribuan PMI asal Tulungagung tersebut bukan hanya PMI yang baru pertama kali ke luar negeri, melainkan juga termasuk PMI lama yang kembali ke luar negeri.
"Jadi memang ada PMI yang baru pertama kali ini berangkat, ada juga PMI yang sebenarnya sudah pulang, kemudian berangkat lagi sebagai PMI," jelasnya Senin (27/5/2024).
Kemudian untuk tujuannya, ribuan PMI ini diberangkatkan dengan tujuan dua lokasi yakni Taiwan dan Hongkong.
Menurutnya negara-negara di benua eropa maupun australia justru sangat minim peminat sehingga belum ada PMI asal Tulungagung yang diberangkatkan ke negara tersebut.
Diketahui negara Taiwan dan Hongkong masih menjadi primadona bagi PMI sebagai negara tujuan. Pasalnya kedua negara tersebut terbilang ramah dan aman bagi para PMI untuk merantau dibandingkan negara lainnya.
"Pertimbangannya karena disana aman, mungkin juga karena tidak terlalu jauh dengan Indonesia dan penghasilannya juga lumayan, sehingga disukai para PMI," ucapnya.
Tentu sebelum diberangkatkan, para PMI telah diberi pembekalan agar dapat menyesuaikan dengan tempat bekerja.
Pembekalan tersebut dilakukan guna para PMI tidak terlibat kasus seperti menjadi PMI ilegal atau bahkan kasus bentrokan.
Tak hanya itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung untuk memberikan pembekalan tentang pengetahuan narkotika.
Harapannya agar para PMI tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba di tempat bekerja.
"Kasus bentrokan di Taiwan beberapa waktu lalu juga menjadi bahan evaluasi kami, sehingga banyak pembekalan yang diberikan. Termasuk tentang pengetahuan narkotika agar PMI kita juga tidak mengkonsumsi doping," pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra