TULUNGAGUNG - Perayaan hari raya Iduladha, membawa berkah tersendiri bagi Sugeng Riyanto. Pasalnya pria asal Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol kebanjiran orderan perawatan sapi atau salon sapi yang ditekuninya selama puluhan tahun.
Salon sapi atau perawatan tanduk dan kuku sapi menjadi ladang rezeki bagi Sugeng Riyanto. Bahkan menjelang Iduladha, pria berusia 30 tahun ini mendapatkan orderan salon sapi hingga 10 ekor setiap harinya.
Ditengah hiruk pikuk aksi tawar menawar dari pedagang dan pembeli di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol terdapat seseorang yang sibuk membersihkan tanduk dan kuku sapi.
Pekerjaan yang kerap disebut salon sapi ini digeluti oleh Sugeng selama puluhan tahun.
Penawaran jasa salon sapi yang ditawarkan Sugeng sapaan akrabnya, disambut baik oleh pedagang di PHT Sumberdadi. Bahkan para pedagang rela mengantre agar sapi-sapi yang dijualnya terlihat lebih bersih dan menarik.
"Kalau orang-orang menyebutnya 'Salon Sapi', jadi tanduk atau kuku sapi saya bersihkan agar terlihat cantik dan menarik saat hendak dibeli oleh pembeli," jelasnya Jumat (31/5/2024).
Momen menjelang Iduladha menjadi berkah tersendiri bagi Sugeng. Yang mana pria berusia 30 tahun ini mendapatkan orderan salon sapi hingga 10 ekor setiap harinya.
Diketahui untuk mendapatkan jasa salon sapi dari Sugeng, pedagang harus merogoh uang antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.
“Hari biasa itu hanya ada beberapa orderan saja, tapi kalau menjelang Idul Adha ini bisa sampai 10 orderan bahkan lebih,” paparnya.
Jasa salon sapi sendiri masih terdengar asing bagi masyarakat umum. Namun bagi pedagang hewan ternak, pekerjaan salon sapi ini menjadi incaran pedagang ketika mendagangkan hewan ternak.
Sebab, setelah menggunakan jasa salon sapi, tanduk dan kuku sapi terlihat lebih bersih dan terawat. "Kalau para pedagang hewan ternak sudah pada tahu, mereka seperti punya keyakinan jika sapinya belum dipermak, terlihat kurang menarik saja," ucapnya.
Pengerjaan salon sapi ini membutuhkan waktu yang relatif sebentar, Sugeng dapat mempermak tanduk dan kuku sapi hanya dengan waktu 30 menit hingga 1 jam. Tentunya durasi pengerjaan bergantung pada tingkat kesulitan dan kondisi sapi.
Meski pekerjaan salon sapi menjadi primadona, Sugeng sempat mendapatkan kesulitan saat melakukan pekerjaan salon sapi. Pasalnya sapi-sapi yang ingin dipermak berontak saat dilakukan perawatan. Namun kesulitan tersebut hanya dirasakannya di tahun pertama melakoni salon sapi.
"Pernah diserang saat membersihkan kuku sapi yang saya kerjakan, mungkin dia merasa terganggu. Tetapi bagi saya hal itu sudah biasa, kuncinya hanya satu, jangan ragu," ungkapnya.
Selama menekuni jasa sebagai 'Salon Sapi', Sugeng rupanya sudah menjalani profesinya itu selama 12 tahun terakhir tepatnya sejak tahun 2012 silam. Namun sebelum terjun pada profesinya sekarang, rupanya Sugeng justru lebih dulu pernah bekerja diperantauan selama beberapa tahun.
Setelah pulang merantau dan menikah, Sugeng Riyanto dilarang merantau lagi oleh istrinya, sehingga dia harus mencari pekerjaan lain di Tulungagung untuk memberi nafkah keluarganya. Kebetulan saat itu, ayah Sugeng Riyanto sudah lebih dahulu menjalankan profesi 'Salon Sapi' dan dirinya tertarik untuk terjun disana.
"Awalnya cuma bantu-bantu ayah saya, karena dia banyak orderan, jadi saya bantu. Lama-lama jadi tertarik. Peralatannya cuma celurit kecil dan amplas, itu saja," pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra