Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kiat-kiat Pelaku Usaha Bisa Naik Kelas

Aditya Yuda Setya Putra • Senin, 10 Juni 2024 | 00:25 WIB
Ilustrasi pelaku usaha.
Ilustrasi pelaku usaha.

TULUNGAGUNG – Sebagai salah satu platform digital yang diminati masyarakat, sosial media (sosmed) merupakan teknologi yang menjadi incaran para pelaku usaha.

Penggunaa sosmed oleh para pelaku usaha ini diyakini dapat mendorong kewirausahaan naik kelas.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung Slamet Sunarto mengakui bahwa pemanfaatan sosmed bagi para pelaku usaha terus meningkat, utamanya untuk kebutuhan pemasaran produk. 

Realisasi di lapangan, Sunarto mengaku, dinas sudah mengimplementasikan kebijakan untuk mewadahi para pelaku usaha dalam memanfaatkan sosmed.

“Jadi, sudah dibentuk suatu komunitas bisnis melalui sosmed. Total ada 11 komunitas WA (Whatsapp, Red) grup yang diisi ratusan pelaku usaha mikro di Tulungagung. Di sana jadi forum diskusi bisnis dan untuk berbagi informasi kegiatan usaha,” terangnya.

Meski tak merinci secara pasti, dia mengaku bahwa tidak semua pelaku usaha memanfaatkan sosmed sebagai media promosi.

Tapi,  saat ini masyarakat semakin melek teknologi. Itu membuat kesadaran akan pemanfaatan sosmed sebagai media promosi juga meningkat.

“Kalau yang gabung di forum itu sudah besar, harapannya 11 komunitas bisnis ini bisa dilegalformalkan. Sehingga, kalau ada bantuan dari pemerintah bisa langsung disalurkan,” sambungnya.

Berdasarkan data di dinas, total ada sebanyak 139.386 pelaku usaha mikro di Kota Marmer.

Jumlah itu dibagi dalam empat kategori berdasarkan jenis usaha. Pertama, usaha makanan-minuman sebanyak 75.370 pelaku atau 54 persen dari jumlah total pelaku usaha.

Lalu, usaha fashion sebanyak 36.626 pelaku atau 26 persen dari jumlah total. Selanjutnya usaha kerajinan sebanyak 18.639 pelaku atau 13 persen dari jumlah total.

Dan industri kreatif sebanyak 8.751 pelaku atau 6 persen dari jumlah total pelaku usaha mikro.

Slamet menambahkan, ada tiga variabel utama yang mengindikasikan suatu usaha mikro bisa dikatakan naik kelas.

Yaitu, digital marketing alias pemasaran secara digital, peningkatan volume penjualan dan perizinan.

Nah, pemanfaatan sosmed untuk pemasaran via digital harus digenjot. “Iya. Itu yang harus dioptimalkan.

Sebab, 59,19 persen ekonomi Jatim ditopang oleh kegiatan usaha mikro. Jadi, pemasaran digital sangat membantu,” tegasnya.

Disinggung soal pelaku usaha mikro yang belum melek digital, Slamet mengaku bahwa kondisi itu juga jadi perhatian khusus.

Oleh sebab itu, berbagai pelatihan digital marketing coba terus digalakkan guna meningkatkan literasi pelaku usaha mikro pada dunia digital.

“Kami harap para pelaku usaha mikro terus belajar strategi pemasaran dan peningkatan mutu produknya,” ujarnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#teknologi #sosmed #pelaku usaha