TULUNGAGUNG - Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkantoran (PBB-P2) di Tulungagung baru tercapai 17 persen dari total target pada semester pertama.
Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan, capaian pendapatan asli daerah (PAD) 2023 Rp 300 miliar (M), salah satu sumber yang berkontribusi adalah hasil dari pungutan pajak.
"Walau presentasenya kecil, tapi itu penting untuk pembangungan," ujarnya.
Dari berbagai sektor pungutan pajak, PBB-P2 merupakan sektor yang memiliki target yang tinggi. Rinciannya, pajak penerangan jalan (PJJ) ditarget pendapatan Rp 40 miliar, PBB-P2 sebesar Rp 37,5 miliar, dan BPHTB sebesar Rp 32,5 miliar di tahun ini.
Namun progres realisasi pendapatan PBB-P2 hingga akhir bulan lalu, baru tercapai 17 persen dari total target.
Artinya, pemkab perlu melakukan optimalisasi untuk menggenjot realisasi pendapatan di awal semester kedua nanti.
"Salah satu faktor utamanya adalah, masyarakat cenderung memilih membayar pajak jelang batas akhir waktu pembayaran. Sehingga, kalau di semester pertama biasanya memang belum maksimal," sebut laki-laki berkacamata ini.
Meski tak merinci, dia menerangkan bahwa serapan pajak di 7 dari total 19 kecamatan di Tulungagung masih belum maksimal.
Sehingga, pemkab perlu memaksimalkan peran pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam hal sosialisasi bagi warga. Dengan demikian, presentase serapan di semester kedua nanti bisa lebih digenjot.
Tapi, Heru mengeklaim bahwa capaian pendapatan dari sektor PBB-P2 di bulan awal tahun ini lebih baik ketimbang dua tahun sebelumnya. Sebab, realisasi PBB-P2 pada Mei 2022 baru mencapai angka 8 persen dari target dan realisasi pada Mei 2023 baru di angka 12 persen dari target.
Baca Juga: Jelang Konferta ke-7, AJI Kediri Gelar Desiminasi dan Bedah Buku Soal Minoritas
"Secara umum memang masih belum optimal. Tapi, kalau dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya di periode yang sma, kondisi di tahun ini sebetulnya lebih baik," ujarnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra