Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Belasan ODGJ Sering Ngamuk di Tulungagung Dikirim ke RSJ Lawang

Matlaul Ngainul Aziz • Jumat, 5 Juli 2024 | 18:38 WIB
Sejumlah ODGJ di Tulungagung dikirim ke RSJ Lawang, beberapa di antaranya sering ngamuk.
Sejumlah ODGJ di Tulungagung dikirim ke RSJ Lawang, beberapa di antaranya sering ngamuk.

TULUNGAGUNG - Puluhan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Tulungagung dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang Kabupaten Malang. Dari puluhan ODGJ itu, 12 pasien di antaranya merupakan ODGJ kategori I (pasien agresif, Red).

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Ana Sapti Saripah menjelaskan, ada 42 ODGJ yang dikirim ke RSJ Lawang Kabupaten Malang. Namun, 38 ODGJ dikirim lebih dulu untuk mendapatkan perawatan di RSJ tersebut.

Berdasarkan data, ada 80 ODGJ di Tulungagung dikirim ke RSJ Lawang untuk menjalani perawatan.

Menurutnya hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintahan Kabupaten Tulungagung bagi warganya yang mengidap ODGJ.

"Kasus ODGJ di Tulungagung harus segera ditangani, sehingga semakin banyak warga Tulungagung yang mengidap gangguan jiwa dan bisa dientaskan," jelasnya Kamis (4/7/2024).

Diketahui kasus ODGJ di Tulungagung terus mengalami peningkatan setiap harinya. Sebanyak 2.347 ODGJ berhasil di data oleh Dinkes Tulungagung. Banyaknya kasus ODGJ ini, berimbas pada sulitnya penanganan secara mandiri.

Mengingat, fasilitas kesehatan (Faskes) untuk melayani ODGJ di Tulungagung masih sebatas pada rawat jalan, maka fasilitas rawat inap ODGJ masih terbatas.

Setelah berbagai pertimbangan, Pemkab Tulungagung kemudian bekerjasama dengan beberapa RSJ, meliputi RSJ Menur Surabaya dan RSJ Lawang Malang.

"Kita fasilitas rawat inapnya terbatas, padahal banyak ODGJ yang perlu dilakukan rawat inap. Sedangkan pelayanan rawat jalan, cukup di Tulungagung sudah bisa," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja RSJ Lawang, Susiati mengatakan, setidaknya 12 dari 40 pasien ODGJ yang dikirim ke RSJ Lawang hari ini termasuk pasien kategori I.

Artinya pasien tersebut sangat agresif sehingga proses pemberangkatannya juga dilakukan secara terpisah dari pasien kategori II dan III.

Adapun pasien ODGJ yang dijemput ini merupakan pasien ODGJ yang memiliki penjamin seperti BPJS dan lain-lain.

Namun untuk pasien yang tidak memiliki apapun, dibuatkan rekom oleh Dinkes dan Dinsos Tulungagung. Pasien yang dijemput juga dilakukan screening kesehatan untuk menentukan jenis perawatan kedepannya.

"Pada saat screening, kami tentukan apakah pasien ini hanya cukup dilakukan rawat jalan atau rawat inap sekaligus. Untuk biayanya gratis, ditanggung pihak kami (RSJ) Lawang, karena ini program sosial," jelasnya.

Kemudian untuk kapasitasnya sendiri, RSJ Lawang memiliki kapasitas sebanyak 372 tempat tidur. Yang mana 16 persennya untuk pasien non gangguan jiwa dan 84 persen sisanya untuk pelayanan perawatan pasien dengan gangguan jiwa.

Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan jika Dinkes Tulungagung siap. Artinya apabila segala macam persyaratan sudah terpenuhi, maka pihaknya siap melakukan penjemputan dan pemulangan pasien ODGJ.

Menurutnya secara klinis, pasien ODGJ itu akan dirawat selama 14-15 hari dan setelahnya dipulangkan.

"Jadi selama menjalani perawatan, setidaknya pasien ODGJ ini akan dipulangkan dalam kondisi sadar jika dirinya sakit, sehingga pasien mau nurut saat diminta minum obat dan tidak agresif," tutupnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#rsj lawang #agresif #odgj