Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kecamatan Kalidawir Tulungagung Dilanda Bencana Kekeringan

Matlaul Ngainul Aziz • Sabtu, 6 Juli 2024 | 01:09 WIB
WASPADA: Kekeringan di Kota Blitar terus meluas. Tercatat dua kelurahan mengalami dampak krisis aiar tersebut.
WASPADA: Kekeringan di Kota Blitar terus meluas. Tercatat dua kelurahan mengalami dampak krisis aiar tersebut.

TULUNGAGUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mendistribusikan bantuan air bersih ke desa yang mengalami kekeringan.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Tulungagung, Mohammad Fairuza Alhida membenarkan, potensi kekeringan di Kabupaten Tulungagung dirilis BPBD Provinsi Jawa Timur. 

Yang mana sebagian wilayah Tulungagung memasuki musim kemarau sejak Mei 2024.  

Baca Juga: Alih Fungsi Lahan di Wilayah Selatan Tulungagung Jadi Sorotan

Akibatnya beberapa wilayah yang biasa dilanda kekeringan, meliputi Kecamatan Tanggunggunung, Kalidawir dan Pucanglaban, menjadi atensi khusus.

Namun belakangan ini, BPBD Tulungagung baru saja mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 10 ribu liter ke Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, 

"Total kami mengirim air bersih sebanyak 10 ribu liter ke Desa Joho Kecamatan Kalidawir. Setiap ada permintaan, pasti akan segera kami layani," ucapnya.

Baca Juga: Belasan ODGJ Sering Ngamuk di Tulungagung Dikirim ke RSJ Lawang

Kemudian untuk wilayah lain (Kecamatan Pucanglaban dan Tanggunggunung, Red) belum ada laporan masuk perihal bencana kekeringan.

"Untuk wilayah Tanggunggunung dan Pucanglaban belum ada laporan kekeringan. Mudah-mudahan kekeringan tahun ini tidak separah tahun kemarin," ujarnya.

Namun begitu, pihaknya tengah mengajukan SK siaga darurat untuk persiapan mengantisipasi puncak musim kemarau. 

Baca Juga: KPK RI Mencerahkan, Pemkab Tulungagung Makin Gencar Cegah Rasuah

"Sesuai prediksinya, puncak musim kemarau di Tulungagung terjadi pada bulan Agustus sampai September 2024. Dengan SK siaga darurat kekeringan ini, kami bisa mengantisipasinya agar dampaknya tidak terlalu parah," jelasnya pada Jumat (5/7/2024). 

Sementara itu, Mohammad Fairuza Alhida mengimbau agar warga yang terdampak kekeringan dapat memanfaatkan air bersih secara efektif dan efisien.

Di sisi lain, wilayah Tulungagung sempat terjadi anomali cuaca yang mana musim kemarau justru muncul fenomena mendung dan hujan. 

Menurut Fairuza, anomali cuaca itu disebabkan dari gangguan atmosfer ekuator.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#bencana kekeringan #kecamatan kalidawir