Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Riuh, Insiden Kebakaran Bekas Pabrik Picu Kepanikan Warga Tulungagung

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 17 Juli 2024 | 18:57 WIB
LUDES: Sepah tebu di bekas penggilingan tebu masuk Desa Serut Boyolangu ludes terbakar pada Selasa (16/7/2024).
LUDES: Sepah tebu di bekas penggilingan tebu masuk Desa Serut Boyolangu ludes terbakar pada Selasa (16/7/2024).

TULUNGAGUNG - Insiden kebakaran gudang penyimpanan sepah tebu dan bekas pabrik penggilingan tebu di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, pada Selasa (16/7/2024), memicu kepanikan warga.

Kasi Pemadaman dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya peristiwa kebakaran tersebut pada Selasa (16/7/2024) pukul 09.50 WIB.

Setelah menerima laporan, petugas Damkar Tulungagung bergegas menuju lokasi sekitar pukul 09.55 WIB. Sekitar lima menit kemudian, petugas tiba di lokasi.

Yang mana pada saat itu, api telah melahap sebagian besar bangunan tempat penyimpanan sepah tebu.

"Kebakaran ini terjadi pada bekas pabrik gula milik (alm) H. Musthofa kamal masuk Desa Serut Kecamatan Boyolangu Tulungagung, saat itu api melahap sebagian besar bangunan penyimpanan sepah tebu," jelasnya kemarin (16/7/2024).

Petugas mendapat kesulitan selama proses pemadaman. Yang mana di lokasi tidak ada sumber air yang dapat dimanfaatkan petugas untuk melakukan proses pemadaman. Petugas pun terpaksa kembali ke markas untuk mengisi air pada truk tangki.

Selama proses pemadaman, petugas membawa dua mobil pemadam kebakaran dan satu truk tangki air untuk melakukan pemadaman terhadap bangunan bekas penyimpanan sepah tebu.

Dikarenakan terkendala sumber air, proses pemadaman terpaksa memakan waktu lebih lama yakni kurang lebih satu jam setengah.

"Proses pemadaman berlangsung selama satu jam setengah, karena truk tangki air kami harus kembali ke mako untuk mengambil pasokan air lantaran di lokasi tidak ada sumber air," ucapnya.

Setelah melakukan proses yang cukup sulit untuk memadamkan api, pihaknya serta Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran tersebut.

Baca Juga: Warga Tolak Pendirian Cold Storage di Bandung Tulungagung, Ini Alasannya

Hasilnya, terdapat sejumlah bekas sampah yang dibakar di balik tembok bangunan penyimpanan sepah tebu.

Pihaknya menduga apabila terdapat orang yang membakar sampah di area itu sehingga api merambat ke tembok dan membakar sepah tebu. Akibat kejadian ini, pemilik pabrik bekas penggilingan tebu terpaksa menelan kerugian hingga Rp 10 juta.

"Informasi dari pemilik bangunan, pabrik bekas penggilingan tebu ini sudah 2 tahun tidak beroperasi. Rencananya, tumpukan sepah tebu ini mau dijual, tetapi karena terbakar, pemilik rugi kurang lebih sampai Rp 10 juta," pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kebakaran #peristiwa tulungagung