Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Suhu Dingin hingga Menembus Tulang, Ternyata Ini Penyebab Bediding di Tulungagung

Aditya Yuda Setya Putra • Rabu, 17 Juli 2024 | 19:13 WIB

Ilustrasi suhu dingin
Ilustrasi suhu dingin


TULUNGAGUNG – Musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga di penghujung tahun ini. Tapi, fenomena La Nina menyebabkan masa peralihan musim kemarau ke penghujan berlangsung lebih dini ketimbang tahun lalu.

Kondisi ini juga berdampak pada munculnya  penurunan suhu secara drastis dalam beberapa waktu terakhir atau bediding. 

Forecaster Stasiun Klimatologi BMKG Karangkates, Andang Kurniawan mengatakan, masa peralihan musim kemarau ke penghujan di tahun ini diprediksi berlangsung pada November. Sedangkan, peralihan musim di tahun lalu terjadi pada Desember.

Baca Juga: Riuh, Insiden Kebakaran Bekas Pabrik Picu Kepanikan Warga Tulungagung

“Secaara umum untuk wilayah Jatim hampir pasti pada November sudah mulai penghujan. Khususnya, untuk daerah di pesisir selatan,” akunya.

Kondisi ini disebabkan oleh adanya fenomena La Nina alias pendinginan berkala suhu permukaan muka air laut di Pasifik ekuator tengah dan timur-tengah.

Buntutnya, terjadi pergerakan udara dari sisi tenggara benua Asia menuju ke barat laut.

Baca Juga: Rapat Koordinasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Tulungagung: Samakan Persepsi dan Aspirasi Para Pelaku Tani

“Udara yang bergerak dari tenggara melintasi benua Australia. Karena daratan Australia didominasi gurun, maka tidak banyak massa air yang dibawa oleh udara yang bergerak menuju ke barat laut atau Indonesia. Itu menyebabkan tidak terbentuknya awan untuk menahan suhu matahari di Bumi,” bebernya.

Buntutnya, terjadi penurunan suhu dalam beberapa hari terakhir. Menurut Andang, kondisi ini diprediksi bakal berakhir di akhir bulan ini.

Selanjutnya, suhu akan kembali normal sebelum akhirnya terjadi peralihan musim kemarau ke penghujan.

Baca Juga: Pj Bupati Tulungagung Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Koperasi Madya Motivasi, Tingkatkan Kesejahteraan Daerah Melalui Koperasi

“Nanti akan mulai terbentuk awan di akhir bulan. Hal ini diprediksi terjadi selama periode 20-23 Juli mendatang. Tapi, jika awan berlalu, maka akan terjadi bediding lagi,” ujarnya.

Disinggung soal musim penghujan, Andang mengungkapkan bahwa masyarakat harus mewaspadai munculnya fenomena hujan lebat disertai dengan angin kencang pada November mendatang. Itu merupakan penanda terjadinya masa peralihan musim.

“Berbeda dengan tahun lalu yang relatif kering, tahun ini akan jadi lebih basah. Lalu, masa peralihan musim akan terjadi lebih awal. Karena itu, masyarakat diimbau waspada dengan munculnya bencana alam yang menyertai si setiap pergantian musim,” katanya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#cuaca #bediding