Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Deal Relokasi PKL, CFD Tulungagung Dibuka Lagi Juli Ini!

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 19 Juli 2024 | 21:21 WIB
CFD Tulungagung akan dibuka lagi.
CFD Tulungagung akan dibuka lagi.

TULUNGAGUNG - Riuh aktivitas masyarakat di car free day (CFD) bakal kembali tampak di area aloon-aloon.

Itu setelah jajaran lintas sektor kembali duduk satu meja guna membahas teknis perubahan dan pelaksanaan, Kamis (18/7/2024).

Hasilnya, seluruh pihak sepakat untuk kembali menggelar CFD mulai Minggu (21/7/2024) besok dengan sejumlah ketentuan.

Ketua Forkom UMKM Tulungagung, Abdul Aziz mengungkapkan, agenda yang digelar di kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung kemarin para pedagang kaki lima (PKL) bertemu dengan jajaran dinas perhubungan, dinas koperasi dan usaha mikro, satpol PP, dan dinas lingkungan hidup.

Berbagai poin dibahas dalam forum. Mulai dari penentuan zonasi CFD, pendataan pedagang, hingga perancangan tata tertib bagi pedagang.

"Hasilnya, kita semua sepakat CFD akan kembali digelar mulai Minggu, 21 Juli besok," ujarnya.

Para pedagang, juga mengamini usulan pemkab untuk menempatkan pedagang di ruas Jalan Ahmad Yani Barat, Jalan Ahmad Yani Timur, dan Jalan Diponegoro.

Opsi ini dipilih usai pemkab menerima banyak laporan soal kerusakan vegetasi dan fasilitas umum di area aloon-aloon. Bahkan, banyaknya sampah pascagelaran CFD juga sempat disoal oleh warga.

"Kita menyadari banyak tanaman yang rusak. Lalu, tadi (kemarin, Red) juga disepakati 18 poin tata tertib. Di antaranya, pedagang dilarang membawa masuk kendaraan di area steril, membawa kantong sampah, dan membuang sampah di tempat yang disediakan," akunya.

Disinggung soal jumlah pedagang, Aziz menerangkan bahwa total ada sekitar 402 pedagang dari hasil pendataan terakhir. Jumlah itu bisa saja bertambah jika nantinya ada pelapak baru yang mengajukan diri sebagai pedagang CFD.

"Iya. Karena masih ada spot di Jalan Diponegoro. Tapi, itu tidak kita publish, karena bersifat situasional," tandasnya.

Plt Kabid Keselamatan Jalan Dishub Kabupaten Tulungagung, Zaenal Abidin menerangkan, nantinya lapak para pedagang bakal ditempatkan di bagian tengah jalan.

Kebijakan ini diambil guna memastikan aktivitas jual-beli tak meluber hingga ke trotoar.

"Dengan begitu ada space bagi pejalan kaki dan masyarakat yang belanja," terangnya.

Dia menegaskan, ruas Jalan RA Kartini di lingkar aloon-aloon wajib steril dari aktivitas jual-beli. Sebab, area yang dimaksud hanya dikhususkan untuk kegiatan keolahragaan dan kemasyarakatan.

Meski tak merinci, Zaenal mengaku bahwa nantinya akan diberlakukan sanksi tertentu bagi pelapak yang melanggar tata tertib.

"Bedanya dari CFD yang lalu, saat ini sudah dibentuk paguyuban pedagang CFD. Para pedagang akan dikoordinir oleh paguyuban," katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung, Slamet Sunarto menerangkan, aktivitas CFD memang sayang jika ditanggalkan. Sebab, potensi perputaran ekonomi dalam tiga jam gelaran CFD terbilang besar.

Yakni, mencapai angka sekitar Rp 280 juta. Tapi, hal ini kudu diimbangi dengan kesadaran para pedagang dan masyarakat umum untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.

"Tapi itu baru gambaran kasar karena memang belum kita deteksi secara rinci. Informasi yang kami terima, satu pedagang bisa dapat sekitar Rp 700 ribu dalam tiga jam CFD. Sedangkan, untuk satu blok pedagang di titik nol sudah mencapai sekitar Rp 12-15 juta. Berarti memang signifikan," kata Slamet.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#cfd #pkl