TULUNGAGUNG – Kalender pengerjaan proyek fisik di Dinas PUPR Tulungagung dipastikan makin padat.
Itu tak lepas dari adanya 17 proyek pemeliharaan berkala jalan di Kota Marmer.
Dipastikan proyek ini menyedot anggaran senilai puluhan miliar rupiah.
Sekretaris Dinas PUPR Tulungagung, Agus Sulistiono mengungkapkan, tahun ini dinas dijatah anggaran sekitar Rp 41 miliar (M) untuk merealisasi 17 proyek pemeliharaan berkala jalan.
Jumlah itu terdiri dari Rp 29 M bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 12 M bersumber dari APBD.
“Karena tahun ini memang ada DAK dari pemerintah pusat untuk pemeliharaan jalan,” sebutnya.
Proyek fisik yang bersumber dari DAK dialokasikan ke tujuh proyek pengerjaan. Rinciannya, satu proyek rekonstruksi penanganan long segment ruas jalan Bungur-Kedoyo sepanjang 5,7 kilometer (km), penanganan long segment ruas jalan Besuki-Sawentar sepanjang 1,2 km,ruas jalan Cuwiri-Jetaan sepanjang 0,8 km, ruas jalan Cuwiri-Pagerwojo sepanjang 2,9 km, ruas jalan Jepun-Sanggrahan sepanjang 4,2 km, ruas jalan Ngunggahan-Sukoanyar sepanjang 4,5 km.
“Dan ruas jalan Sumberdadap-Ngampon sepanjang 1,3 km,” sebutnya.
Sedangkan, anggaran yang bersumber dari APBD dikucurkan untuk merealisasi proyek pemeliharaan jalan di 10 titik.
Yaitu, jalan Desa Beji dan Desa Sumberdadi sepanjang 2,9 km, jalan Desa Junjung sepanjang 0,2 km, jalan Desa Mojoagung sepanjang 1 km, jalan Desa Bandung sepanjang 1,7 km, dan ruas jalan Desa Ngrance sepanjang 0,4 km.
Lalu, ruas jalan Kepuhrejo–Batokan sepanjang 2,1 km, ruas jalan Mojoarum–Sidem sepanjang 0,9 km, ruas jalan perkotaan dan ruas jalan Desa Pucung Lor sepanjang 2,8 km, ruas jalan Selorejo-Sumberingin sepanjang 0,5 km, ruas jalan Tawing–Gondosuli sepanjang 0,8 km. “Terakhir ada ruas jalan Tawing-Kendal dan Desa Tanggulwelahan sepanjang 0,7 km,” kata Agus.
Agus menambahkan sebagian besar proyek bakal mulai direalisasikan di paruh kedua tahun ini.
Bahkan sejumlah proyek sudah mulai masuk proses lelang di bulan lalu.
Sedangkan, berbagai proyek fisik ini diagendakan selesai sebelum tutup buku di penghujung tahun ini.
“Agustus harusnya sudah mulai banyak yang dilelang. Kalau Juni lalu memang masih sedikit. Karena biasanya proses persiapan pengerjaan baru selesai di semester kedua. Karena itu, akan mulai dikebut begitu masuk Agustus agar bisa selesai setidaknya pada November mendatang,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra