Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wacana Geopark Rambah Kabupaten Tulungagung

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 9 Agustus 2024 | 15:27 WIB
wacana geopark di Kabupaten Tulungagung.
wacana geopark di Kabupaten Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Masyarakat Tulungagung masih harus sabar menanti realisasi pembukaan geopark. Pasanya, Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) dan pemkab masih perlu melakukan berbagai tahapan persiapan. Termasuk proses studi.

Anggota Dewan Pakar KNGI, Rudy Suhendar menerangkan, permohonan atas pembukaan geopark Tulungagung sudah diterima dari bupati melalui pemprov. Ada beberapa tahapan pengajuan yang dilalui.

"Kami akan membuat rekomendasi yang nanti diajukan ke Kementerian ESDM," sebutnya.

Total ada sebanyak 20 geopark di tanah air. 10 di antaranya masuk dalam kategori skala internasional dalam penilaian UNESCO. Nah, sebelum mulai memberi rekomendasi atas rencana pembukaan geopark di Tulungagung.

KNGI perlu melakukan kajian dan studi lanjutan atas kondisi eksisting di lapangan.

"Dalam konsep geopark ada tiga hal yang dijadikan tolok ukur. Yaitu, keanekaragaman biota, geologi, dan hayati. Tiga hal ini dikonservasi untuk jadi bahan edukasi. Salah satu tujuannya, untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar," terangnya.

Rudy mengaku, proses pengajuan ke pemerintah pusat direncanakan untuk dilaksanakan paling cepat pada September mendatang.

Selanjutnya, laporan bakal diverifikasi oleh Kementerian ESDM. Proses ini diperkirakan digelar di awal tahun depan.

"Kami harapkan pada Agustus-September ad informasi. Jadi, kita tinggal menunggu tanda tangan menteri. Berarti kurang lebih prosesnya memakan waktu kurang lebih satu tahun," ujarnya.

Dia meminta masyarakat Tulungagung ikut memonitor proses persiapan pembukaan geopark.

Dengan demikian, dapat dipastikan seluruh rangkaian bisa dilaksanakan secara cepat dan tepat.

"Secara paralel kolaborasi antara pemerintah, lembaga masyarakat dan masyarakat setempat," tegasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menerangkan, pertemuan antara pemkab dan KNGI di pendapa Kamis (7/8/2024) berlangsung cair. Banyak poin dibahas oleh forum.

"Banyak membahas persiapan apa yang akan dilakukan dan apa yang dipersiapkan. Dari sisi dokumen, KNGI menilai sudah lengkap. Nanti akan dicek di lapangan apakah sesuai," akunya.

Lima kecamatan masuk dalam rencana pembukaan geopark. Yaitu. Kecamatan Bandung, Besuki, Campurdarat, Kalidawir, dan Kecamatan Pucanglaban. KNGI akan melakukan monitoring di lima wilayah yang dimaksud.

"Iya. Karena itu, setelah bertemu di pendapa, akan langsung disambung dengan pembahasan lebih lanjut di Bappeda," ucap Heru.

Dai sektor infrastruktur, lanjut Heru, pemkab memang belum mulai menggelar persiapan karena masih menanti penetapan dari pemerintah pusat. Tapi, dia memastikan bahwa sektor ekonomi di kawasan calon geopark sudah cukup mendukung.

"Yang sudah menonjol adalah ekonomi karena industri marmer sudah berjalan cukup lama. Nanti tingka kita pastikan terkait konservasi dan edukasinya," imbuhnya lagi.

Dia menilai wacana ini bakal diberi lampu hijau oleh pemerintah pusat. Sebab, Tulungagung didukung oleh berbagai sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

"Dari diskusi tadi saya optimis. InsyaAllah bisa dan kita bahkan sangat siap. Kita juga akan lakukan langkah strategis begitu disetujui," terangnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kementerian agam #geopark #wacana #esdm