TULUNGAGUNG - Bencana kekeringan di Kabupaten Tulungagung kian meluas. Kini setidaknya ada tambahan lima desa yang telah melapor terjadinya kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung menanggapi laporan tersebut dengan dropping air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengatakan, sebelumnya hanya ada empat desa yang telah melapor adanya bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Yang mana empat desa tersebut berada di wilayah selatan Tulungagung dengan kondisi geografis berupa pegunungan.
Diketahui, empat desa itu yakni Desa Joho Kecamatan Kalidawir, Desa/Kecamatan Besuki, Desa/Kecamatan Campurdarat dan Desa Demuk Kecamatan Pucanglaban. Pihaknya sendiri juga sudah melakukan dropping air bersih pada empat desa tersebut, dimana dropping dilakukan setiap harinya sampai dengan saat ini.
"Minggu kemarin atau tepatnya pada akhir bulan Juli dan awal bulan Agustus, hanya ada empat desa yang melaporkan mengalami kekeringan dan minta dropping air bersih," jelasnya Minggu (11/8/2024).
Berdasarkan data, kini bencana kekeringan di Tulungagung kian meluas. Menurutnya terdapat tambahan lima desa yang melaporkan bencana kekeringan yang melanda di wilayah desa tersebut.
Diketahui, lima desa itu yakni Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan, Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir, Desa Kresikan, Pakisrejo dan Tenggarejo Kecamatan Tanggunggunung. Mendapati hal tersebut, sejauh ini ada sembilan desa di Tulungagung dilanda bencana kekeringan.
"Dalam waktu dua minggu sudah ada sembilan desa dari enam Kecamatan di Tulungagung yang melaporkan terjadinya kekeringan. Mayoritasnya masih wilayah selatan dengan kontur tanah pegunungan," ucapnya.
Meningkatnya desa yang terdampak kekeringan, membuat pihaknya sedikit kewalahan untuk mendistribusikan bantuan air bersih.
Sebab terbatasnya jumlah truk tangki. Pasalnya dia harus mengirim dua truk tangki air bersih dengan total sebanyak 10 ribu liter setiap harinya.
Namun demikian, pihaknya sudah meminta bantuan berbagai instansi lain untuk membantu proses pengiriman air bersih ke masing-masing desa yang terjadi kekeringan.
Meski begitu, desa-desa yang menjadi langganan kekeringan pada tahun 2023 kemarin sampai saat ini justru belum melaporkan terjadinya kekeringan.
"Sempet kemarin dalam satu hari kami mengirim lima truk tangki air bersih untuk desa yang terjadi kekeringan. Armada kami terbatas hanya ada dua truk, sehingga kami meminta bantuan instansi lain seperti LMI, PJT dan lain-lain," pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra