Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Belasan Penyandang Disabilitas Dapat Alat Bantu di Tulungagung 

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 21 Agustus 2024 | 21:04 WIB
Sejumlah penyandang disabilitas mendapat bantuan kaki palsu hingga tangan palsu di Tulungagung.
Sejumlah penyandang disabilitas mendapat bantuan kaki palsu hingga tangan palsu di Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Penyandang disabilitas di Tulungagung terima bantuan kaki dan tangan palsu serta alat bantu pendengaran.

Diketahui setidaknya terdapat 48 penyandang disabilitas yang menerima alat bantu tersebut. Yang mana alat bantu ini telah disesuaikan untuk masing-masing penerima sehingga bisa dapat langsung digunakan.

Kabid Rehabilitasi Sosial (rehabsos), Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung, Efif Sakti Wibowo mengatakan, pihaknya mulai menyalurkan bantuan berupa kaki dan tangan palsu untuk 16 penyandang disabilitas di Tulungagung pada Rabu (14/8/2024).

Sebelumnya, pihaknya telah menyalurkan alat bantu pendengaran untuk 32 penyandang disabilitas tuna rungu. Diketahui setidaknya ada 48 penyandang disabilitas telah menerima bantuan kaki tangan palsu serta alat bantu pendengaran.

"Tahun ini, ada sebanyak 48 penyandang disabilitas yang mendapatkan alat bantu, terutama untuk penyandang disabilitas cacat tubuh, dan penyandang disabilitas tuna rungu. Mereka mendapatkan kaki dan tangan palsu serta alat bantu pendengaran," jelasnya pada Selasa, (20/8/2024).

Bantuan alat bantu yang diberikan kepada penyandang disabilitas ini merupakan hasil kerja sama antara Balai Kartini Temanggung dan Dinsos Tulungagung.

Yang mana alat bantu tersebut disediakan oleh Balai Kartini Temanggung. Kemudian untuk penerima alat bantu ini yakni penyandang disabilitas yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Diketahui sebelum menyalurkan, pihaknya melakukan asesmen terhadap penerima untuk memastikan apakah calon penerima tersebut memenuhi kriteria.

Sebab, menurutnya penerima bantuan ini dikhususkan untuk penyandang disabilitas cacat tubuh maupun penyandang disabilitas tuna rungu.

"Dikarenakan bantuannya hanya kaki dan tangan palsu serta alat bantu pendengaran, jadi kriterianya hanya untuk penyandang disabilitas cacat tubuh dan tuna rungu saja," ucapnya.

Berdasarkan data, mayoritas penyandang disabilitas cacat tubuh ini merupakan korban kecelakaan. Yang mana sebelumnya mereka terlahir dengan anggota tubuh normal. Akibat suatu insiden membuat mereka kehilangan salah satu bagian tubuhnya.

Pemberian alat bantu ini bertujuan untuk membantu aktivitas penyandang disabilitas agar dapat memudahkan saat beraktivitas.

Pihaknya berharap dengan pemberian alat bantu ini, penyandang disabilitas dapat lebih produktif.

"Pemberian bantuan ini tujuannya demi mempermudah mereka. Untuk yang kehilangan kakinya, jadi bisa berjalan lagi. Begitupun dengan yang tuna rungu, bisa mendengar lagi, sehingga mereka bisa produktif saat beraktivitas," paparnya.

Disinggung apakah para penerimanya mampu beradaptasi dengan alat bantu yang diberikan, dia mengaku, apabila untuk alat bantu berupa kaki dan tangan palsu sebelumnya sudah disesuaikan dengan masing-masing penerimanya.

Mereka terlebih dahulu melakukan fitting agar peralatan itu nyaman saat dipakai.

Setelah proses fitting selesai dan peralatan sudah siap dipakai, mereka kemudian diminta untuk mencoba peralatan tersebut, dan saat sudah bisa beradaptasi, peralatan tersebut langsung diberikan. Diketahui, mayoritas dari penerimanya juga langsung memakai peralatan untuk menjalani aktivitasnya.

"Kalau untuk alat bantu dengar ini tidak perlu fitting. Proses fitting cuma untuk penerima kaki atau tangan palsu saja. Tadi kami lihat, mereka sudah langsung bisa beradaptasi," pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#disabilitas #dinsos #alat bantu