Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kurun Tiga Bulan, Marak Layang-Layang Nyangkut di Kabel Listrik, ULP PLN Tulungagung Ungkap Imbas Merugikan

Matlaul Ngainul Aziz • Kamis, 22 Agustus 2024 | 01:16 WIB
Selama tiga bulan belakang, sudah puluhan kasus gangguan jaringan listrik akibat layang-layang yang tersangkut di kabel listrik.
Selama tiga bulan belakang, sudah puluhan kasus gangguan jaringan listrik akibat layang-layang yang tersangkut di kabel listrik.

TULUNGAGUNG - Selama tiga bulan belakang, sebanyak puluhan kasus gangguan jaringan listrik akibat layang-layang. Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tulungagung khawatir kasus tersebut terus berulang dan mengakibatkan kerusakan lebih parah.

Manager ULP PLN Tulungagung, Resma Dwida Pantri mengatakan, setidaknya terdapat 25 kasus layang-layang tersangkut pada jaringan listrik sejak Juni hingga Agustus 2024.

Menurutnya temuan kasus layang-layang tersangkut jaringan listrik ini terjadi pada bulan Juni kemarin.

Menurutnya, kasus ini terjadi lantaran pada saat itu berada pada musim libur sekolah sehingga banyak pelajar yang menghabiskan waktu liburannya untuk bermain layang-layang.

Kemudian pada Agustus ini, meski masih ada temuan, angka kasus layang-layang tersangkut dialiran listrik menurun drastis.

"Paling banyak pada bulan Juni kemarin, kemungkinan karena libur sekolah, jadi banyak yang bermain layang-layang. Mulai Juli dan awal Agustus ini sudah mulai menurun meski masih ada beberapa," jelasnya kemarin (20/8/2024).

Akibat kasus layang-layang tersangkut di aliran listrik ini sempat mengakibatkan pemadaman listrik di beberapa wilayah. Kendati demikian, menurutnya tidak seluruh kasus mengakibatkan pemadaman listrik.

Namun pihaknya khawatir apabila kasus ini terus terjadi akan menyebabkan kemungkinan terburuk yakni pemadaman listrik di seluruh Tulungagung.

Pasalnya, kasus tersebut justru akan semakin berbahaya ketika mulai masuk musim penghujan. Sebab, air hujan bersifat konduktor. Yang mana apabila terdapat benda asing pada jaringan listrik akan berakibat fatal terhadap jaringan listrik.

"Apalagi kalau layang-layang ini tersangkut pada saluran transmisi pada gardu induk dengan tegangan 70 KVA, karena jika sampai mengenai itu, imbasnya bisa terjadi pemadaman satu kota," ucapnya.

Diketahui kasus layang-layang tersangkut ini, mayoritasnya terjadi pada layang-layang dengan dimensi yang besar seperti layang-layang gapangan dan lain-lain.

Layang-layang ini juga dianggap berbahaya karena memiliki aksesoris berupa lampu dan baterai, sehingga jika mengenai jaringan bisa berakibat fatal.

Kemudian untuk mencegah terjadinya pemadaman akibat layang-layang, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak menerbangkan layang-layang dekat jaringan listrik.

Tak hanya itu, bermain layang-layang perlu pengawasan lantaran bisa saja jatuh menimpa jaringan listrik.

"Layang-layang yang berukuran besar ini harus diwaspadai, kalau menerbangkan layang-layang itu harus dijaga, jangan sampai ditinggal. Apalagi yang memiliki aksesoris lampu, kalau sampai jatuh mengenai jaringan listrik, bisa mengakibatkan pemadaman skala besar," pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#layang layang #ulp pln