TULUNGAGUNG - Ribuan masyarakat nampak meramaikan Upacara sembahyang King Hoo Ping atau Sembahyang Rebutan guna mendapat berkah berupa bungkus berisi kebutuhan bahan pokok di Klenteng TTID Tjoe Tik Kiong Tulungagung.
Diketahui sembahyang rebutan ini diperingati guna mengantar arwah leluhur ke pintu gerbang serta untuk memberi penghormatan dan mengenang leluhur yang telah meninggal dunia.
Beragam kebutuhan bahan pokok, makanan siap saji dan buah-buahan terhidang di altar Klenteng TTID Tjoe Tik Kiong Tulungagung pada Kamis (22/8/2024).
Yang mana bertepatan pada hari tersebut, umat Khonghucu Tulungagung tengah memperingati upacara sembahyang King Hoo Ping atau dikenal Sembahyang Rebutan.
Wakil Ketua Panitia Sembahyang Rebutan Klenteng TTID Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Adi Sastro Lukito mengatakan, ribuan masyarakat di Tulungagung meriahkan peringatan upacara sembahyang King Hoo Ping atau dikenal Sembahyang Rebutan di Kelenteng TTID Tjoe Tik Kiong Tulungagung pada Kamis (22/8/2024).
Peringatan rebutan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini, membagikan sejumlah kebutuhan bahan pokok ke masyarakat.
Diketahui kegiatan perayaan sembahyang rebutan ini dilaksanakan mulai Rabu (21/8) hingga Kamis (22/8/2024). Pada hari pertama, peringatan sembahyang ini dimulai dengan jo tu guna penyeberangan arwah leluhur.
“Penyebrangan arwah itu diadakan kemarin pukul 17.00 WIB. Lalu dilanjut dengan sembahyang biasa sampai pukul 22.00 WIB,” jelasnya kemarin (22/8/2024).
Kemudian di hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sembahyang rebutan. Yang mana pada sembahyang rebutan ini, Klenteng TTID Tjoe Tik Kiong membagikan ribuan kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan.
Diketahui sembahyang rebutan ini pada dasarnya merebutkan kebutuhan bahan pokok yang telah disediakan oleh panitia. Namun kini perayaan sembahyang rebutan ini dilakukan dengan cara membagikan secara langsung ke masyarakat.
“Banyak yang dipertimbangkan, salah satunya yakni faktor pemerataan. Waktu rebutan itu biasanya ada yang bawa karung, itu yang dapat banyak dan yang belakang tinggal sisa. Sekarang dibagikan,” ucapnya.
Lanjut dia, dari satu kantong kebutuhan bahan pokok yang dibagikan ke masyarakat tersebut terdiri dari 7 macam bahan pokok. Meliputi beras, gula, kopi, minyak goreng, mie instan dan buah-buahan.
Pihaknya menyediakan setidaknya 3 ribu kantong kebutuhan bahan pokok untuk dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan. Tentu perayaan sembahyang rebutan ini menyedot perhatian warga.
Setidaknya ribuan warga berkumpul untuk mendapat berkah dari sembahyang rebutan tersebut.
“Totalnya ada 3 ribu paket. Yang datang biasanya ya masyarakat mulai dari perkotaan sampai pinggiran Kabupaten Tulungagung. Kita habiskan, kalau sisa ya kita bagikan ke warga sekitar,” paparnya.
Mengulas sedikit soal sejarah dari sembahyang rebutan, dia menceritakan bahwa sembahyang rebutan ini telah diadakan secara rutin mulai sekitar 20 tahun silam.
Menurutnya pada upacara sembahyang rebutan ini, pintu gerbang arwah sedang dibuka sehingga sembahyang ini untuk mengantar arwah-arwah leluhur menuju pintu gerbang tersebut.
“Kita antar arwah para leluhur ke pintu gerbang dengan menyediakan dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra