Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Desa Tertinggal Bertransformasi Jadi Mandiri, Begini Rahasia Desa Kalibatur Tulungagung

Rinto Wahyu Hidayat • Jumat, 30 Agustus 2024 | 17:00 WIB
Kepala Desa Kalibatur Tulungagung Asim saat meninjau sektor pengungkit ekonomi warga.
Kepala Desa Kalibatur Tulungagung Asim saat meninjau sektor pengungkit ekonomi warga.

TULUNGAGUNG – Berangkat dari sebuah desa tertinggal, kini Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, telah memiliki status desa mandiri dengan potensi unggulan kayu dan mebel.

Sektor pertanian dan peternakan juga tidak lupa digarap dengan serius oleh pemerintah desa (Pemdes) dan masyarakat setempat.

Sehingga lambat laun tingkat perekonomian dan sumber daya manusia (SDM) di Desa Kalibatur terus meningkat.

Kepala Desa Kalibatur, Asim mengungkapkan status desa mandiri yang disandang oleh Desa Kalibatur telah didapatkan sejak pertengahan tahun 2022.

Tetapi dibalik status tersebut, ada proses yang harus dilalui oleh pemdes dan masyarakat. Pasalnya, desa tersebut dulunya termasuk desa tertinggal.

“Ini berkat kinerja pemdes dan semangat perangkat kita. Sehingga dari desa tertinggal, lambat laun menjadi desa maju. Selanjutnya dengan komitmen dari semuanya sehingga kita bisa mewujudkan status desa mandiri di Kalibatur,” kata Asim.

Secara faktual, Asim membeberkan memang terdapat peningkatan taraf ekonomi dari masyarakat Kalibatur. Segala potensi yang dimiliki, bisa dimaksimalkan dengan baik oleh masyarakat.

Menurutnya, yang menjadi potensi unggulan di Desa Kalibatur adalah produk kayu. Dengan potensi itu, masyarakat banyak yang bisa menjadi pengusaha serta pedagang kayu.

Ada juga yang mempunyai keahlian mebeler sehingga bisa membuat produk-produk berbahan kayu yang sangat unggul.

“Sekarang ini masyarakat berlomba-lomba menanam kayu. Jenisnya biasanya kayu sengon dan kayu jati,” katanya.

Dalam sektor pertanian, masyarakat Kalibatur juga sudah banyak berinovasi. Yang lagi trend adalah model pertanian tumpang sari dengan pertanaman campuran antara dua jenis tanaman atau lebih pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang agak bersamaan.

Tanah di Desa Kalibatur juga bisa sangat cocok ditanami padi, palawija sampai tebu.

“Kalau lokasinya layak untuk bertanam palawija, ya ditanami palawija. Sekarang ini banyak yang mencoba tanaman tebu, ternyata ini potensi juga. Harapannya kedepan tebu bisa ditingkatkan,” kata Asim.

Pun di sektor peternakan, Desa Kalibatur juga memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakatnya.

Photo
Photo

Produk peternakan dari desa tersebut mulai dari sapi, kambing, ayam pedaging sampai ayam petelur.

Asim menegaskan tahun 2024 ini program prioritas yang ingin digenjot oleh Pemdes Kalibatur adalah memaksimalkan potensi unggulan yang telah dimiliki.

Pria 69 tahun itu ingin segala potensi yang dimiliki itu bisa berkembang menjadi besar.

Selanjutnya, Bumdes yang dimiliki Desa Kalibatur secara akan disinergikan sehingga segala potensi itu bisa menjadi pundi-pundi pendapatan asli desa (PADes) Kalibatur.

“Dengan adanya Bumdes itu agar semua berkesinambungan dan berkembang. Masing-masing usaha mulai dari perkayuan, pertanian hingga peternakan itu harus ditata dengan baik,” tutup Asim.

Salah satu dusun di Desa Kalibatur yang memiliki potensi penggrajian kayu adalah Dusun Papar.

Kepala Dusun Papar, Lukman Basuki menjelaskan potensi penggerajin kayu yang ada di Dusun Papar berawal dari adanya peninggalan pohon-pohon dari nenek moyang yang di kawasan tersebut.

Terus kemudian dengan tinggalan itu, masyarakat sekarang menjadi tahu tentang harga kayu dan bisa diolah menjadi berbagai produk mebel serta menjadi olahan kayu yang sudah jadi.

Selain itu, pada akhirnya dengan adanya potensi kayu yang banyak, masyarakat punya inisiatif untuk mendirikan lokasi penggergajian kayu.

“Dulu kita sangat susah untuk mengolah kayu dengan harga jual yang sangat murah. Dengan adanya industri yang seperti ini, kita bisa memproduksi kayu mentah menjadi kayu setengah jadi juga melayani segala jenis kayu jadi. Kami juga melayani mulai dari kebutuhan bangunan rumah dan lain sebagainya. Akhirnya masyarakat juga merasa diuntungkan dan merasa sangat terima kasih dan ter bentuknya dengan harga jual yang sangat tinggi,” jelas Lukman bercerita.

Segala jenis kayu bisa di olah di Desa Kalibatur. Mulai dari kayu Akasia, kayu Mahoni, kayu Jati, kayu Laban, Kayu Gembilina, Kayu Mindi dan jenis kayu lainnya.

Sayangnya, kayu di Desa Kalibatur hanya bisa diambil saat musim kemarau saja. Saat musim penghujan, kayu tidak bisa ditebang dan diambil karena letak lokasinya yang ekstrem dan masuk ke dalam hutan rakyat yang ada di wilayah Desa Kalibatur.

“Jadi kalau tidak pada musim kemarau tidak bisa mengeluarkan,” katanya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#desa mandiri #Desa Kalibatur #desa tertinggal