TULUNGAGUNG - Kesenian Tiban masih lestari di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.
Berjalannya waktu, kesenian ini menjadi lebih teratur dengan memperhatikan keamanan para pemainnya.
Kepala Desa Kedungcangkring, Suyadi memperkirakan kesenian Tiban sudah ada di Kedungcangkring sejak ratusan tahun yang lalu.
Dulunya, para pemain tiban tidak mengindahkan perihal keselamatan dan keamanannya.
Namun kini, paradigma itu sudah berubah dan Tiban di Kedungcangkring bisa dibilang lebih aman dan teratur.
"Contohnya saja dulu tidak ada kelengkapan untuk keamanan. Sekarang ini semua sudah dilengkapi dengan alat keamanan seperti helm dan sebagainya itu," katanya.
Pun untuk wasit atau pengadil dalam seni ino, turut dicarikan yang profesional. Dengan begitu, lanjut Suyadi, tingkat kerawanan cenderung lebih kecil.
Para pemai tiban lebih aman dan mengurangi resiko atas hal-hal yang tidan diinginkan.
Saat ini, terdapat satu kelompok pelestari kesenian Tiban di Kedungcangkring. Satu kelompok itu terus didukung penuh oleh pemerintah desa setempat.
"Pemdes selalu membantu kelestarian seni Tiban. Kita permudah juga koordinasinya," tutup Suyadi.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra