NASIONAL - Madrasah Ibtidaiyah Bilingual Al-Ikhlas (MIBA) adalah sekolah alam setara Sekolah Dasar (SD) yang terletak di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Prof. Wahyudi Siswanto selaku pemilik Yayasan Wahana Saujana Cita sekaligus pendiri sekolah ini menuturkan bahwa sekolah ini berdiri karena beliau memang suka dengan alam, ingin ada titik balik pendidikan dasar, hingga salah satunya terinspirasi dari Sekolah Laskar Pelangi.
Lasker Pelangi yang viral dalam mengenyam pendidikan dengan segala keterbatasannya, benar-benar menjadi inspirasi berdirinya MIBA.
Sekolah alam yang berdiri 15 tahun lalu ini juga mendidik siswa inklusi. Anak-anak "calon penghuni surga" ini, sebut Prof. Wahyudi, diberi ruang terbuka untuk berinteraksi dengan anak-anak lainnya sehingga bisa mendapat hak pendidikan yang sama.
Mimpinya, MIBA menjadi sekolah yang beragam dengan kualitas pendidikan yang baik.
Dalam mewujudkan mimpi-mimpi itu, PLN Nusantara Power UP Brantas menandatangani Kesepakatan Bersama Program
"Pengembangan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alam" bersama Kepala Sekolah MIBA. Kegiatan ini dihadiri oleh Senior Manager, Manager Business Support, Assistant Manager SDM, Umum & CSR, serta Officer CSR UP Brantas. Sedangkan dari pihak sekolah dihadiri Rihana selaku Kepala Sekolah yang didampingi Pemilik Yayasan Wahana Saujana Cita, Prof. Wahyudi Siswanto, (26/8).
"Kami ucapkan terima kasih kepada PLN NP UP Brantas yang sudah bersedia terlibat dalam mendukung pengembangan MIBA. Kami senang, anak-anak akan mendapat pengalaman baru, salah satunya peningkatan literasi", terang Rihana.
Program-program pengembangan MI Alam, antara lain Gerakan Terima Kasih PLN, Pustaka Semesta, Laboraotorium Karya Seni & Teknologi Tepat Guna, Ruang Terapi, Outbond & Spot Edukatif, hingga Pusat Jagong Pendidikan Indonesia. Rencananya, program-program ini akan diwujudkan dalam 5 tahun ke depan.
"Pustaka Semesta akan menjadi pusat kegiatan belajar yang dinamis dan inspiratif. Tujuannya, literasi siswa meningkat, begitu pula digital mindset sudah terbentuk sejak pendidikan dasar", tambah Prof. Wahyudi.
Semoga dengan kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekolah alam, salah satunya penguatan literasi digital.***