Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tak Sesuai Ekspektasi Awal, DPRD Tulungagung Ketok Tujuh Fraksi Periode Baru

Aditya Yuda Setya Putra • Rabu, 4 September 2024 | 01:58 WIB
Kantor DPRD Tulungagung.
Kantor DPRD Tulungagung.

TULUNGAGUNG –DPRD Tulungagung telah merampungkan pembentukan fraksi-fraksi periode 2024-2029 pada Senin (2/8/2024).

Namun jumlah fraksi yang disepakati tak sesuai dengan ekspektasi, mengenai wacana perampingan fraksi.

Wakil Ketua Sementara DPRD Tulungagung, Abdulah Ali Munib mengatakan, ada wacana muncul dari sejumlah kalangan dewan untuk merampingkan jumlah fraksi di periode 2024-2029 menjadi lima fraksi.

Pasalnya, ada sebanyak tujuh fraksi di periode 2019-2024 lalu.

“Berharap bisa dirampingkan. Tapi, ternyata tidak bisa. Sehingga tetap tujuh fraksi seperti periode sebelumnya,” akunya.

Kondisi itu tak lepas dari banyaknya petinggi parpol di Tulungagung yang sudah membuat manuver selepas gelaran pemilu legislatiif (pileg) pada Februari lalu.

Munib mengungkapkan, beberapa parpol bahkan sudah menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk mulai membentuk fraksi di DPRD periode 2024-2029.

“Setelah keluar hasil pileg, partai sudah komunikasi untuk bergabung ke fraksi mana saja. Jadi, sudah terkondisikan dari awal,” sebutnya.

Adapun tujuh fraksi priode 2024-2029 yang disetujui dalam rapat kemarin adalah, fraksi PDIP, fraksi PKB, fraksi Gerindra berisi Gerindra-PKS, fraksi Nasdem, fraksi Golkar, fraksi Harapan yang berisi Hanura-PAN, dan fraksi Demokrat Bersatu yang berisi Demokrat-PPP.

“Sesuai aturan, maksimal dua fraksi gabungan. Dan batas minimal (terbentuknya fraksi, Red) sesuai dengan jumlah komisi. Karena kita punya empat komisi yang terdiri dari komisi A, B, C, dan D, maka batas minimal kursi di fraksi ya jadi empat kursi juga,” ujar politikus PKB ini.

Disinggung soal tujuan merampingkan jumlah fraksi di periode baru, Munib mengaku bahwa salah satu alasannya adalah untuk melakukan efisiensi.

Baca Juga: Berkat Usung Program Pengelolaan Sampah, Badan Otonomi Mahasiswa Pramuka UBHI PGRI Tulungagung Raih Prestasi Gemilang

Dengan demikian, proses pengambilan keputusan diharapkan bisa lebih cepat.

“Tujuannya biar lebih simple. Kalau semakin sedikit, saat bahas sesuatu nanti akan lebih enak. Tidak ada maksud lain. Tapi, semua partai memberi alasan logis jadi, keputusan ini kita terima,” ucapnya.

Tapi, proses pengesahan fraksi tampaknya masih butuh waktu lebih lama. Alasannya, masing-masing parpol masih perlu menentukan jajaran pimpinan dewan di periode yang baru.

“Saat ini juga masih dibahas di masing-masing parpol. Mungkin dalam pekan ini atau paling lambat pekan depan baru ada keputusan,” kata dia.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Fraksi #dprd tulungagung