TULUNGAGUNG - Empat pasangan bakal calon (paslon) dipastikan siap berlaga di pilkada Tulungagung tahun ini.
Strategi di masing-masing tim pemenangan sedang digodok, termasuk merancang visi-misi dan program.
Kalangan akademisi mewanti-wanti agar tak keblinger (terjebak, Red) dengan janji-jani manis calon.
Pengamat politik UBHI PGRI Tulungagung, Andreas Djatmiko mengungkapkan, masing-masing paslon punya kelebihan dan kekurangan.
Sehingga, sulit dikatakan jika saat ini salah satu paslon unggul mutlak dibanding paslon lain.
"Kurang lebih sama. Masing-masling punya daya tarik tersendiri," sebutnya.
Menurutnya, program dan visi-misi paslon baru akan mengemuka pascapenetan paslon di KPU.
Yaitu, pada akhir bulan ini. Sedangkan saat ini tim pemenangan masih dalam proses menggodok program dan visi-misi.
"Kalau selama ini kan masih berupa baliho-baliho. Penetapan masih khir bulan. Jadi, sepertinya kelebihan dan kekurangan paslon masih belum tampak saat ini," sambungnya.
Tapi, dia mewanti-wanti masyarakat tak mudah keblinger atau termakan janji-janji paslon.
Menurutnya, masyarakat sebagai pemilih harus cerdas dalam melihat latar belakang paslon.
Sehingga, masyarakat bisa memilih calon pemimpin terbaik sesuai dengan hati nurani.
"Saya ada clue (petunjuk, Red) bagi masyarakat yang memilih. Kita lihat apakah visi-misi paslon memungkinkan untuk dilaksanakan dan diterapkan di Tulungagung. Kalau terlalu muluk dan tidak bersinggungan ya klebus itu," tegasnya.
Andreas menambahkan, calon pemimpin juga harus memiliki kemampuan melihat potensi dan kekurangan wilayah yang akan dipimpinnya.
Itu juga harus jadi perhatian masyarakat sebelum mencoblos.
"Juga harus tahu titik kerawanan. Lalu, yang tidak kalah penting, paslon harus tahu kultur masyarakat Tulungagung seperti apa," ujarnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra