TULUNGAGUNG - Lahan pohon jati di Desa Bolorejo Kecamatan, Kauman, Tulungagung terbakar pada Rabu (5/9/2024) malam.
Kini petugas kepolisian Polres Tulungagung lakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran tersebut.
Kasi Operasional dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, bahwasannya pihaknya menerima laporan peristiwa kebakaran lahan pohon jati sekitar pukul 21.00 WIB.
Mendapati laporan itu, lantas petugas menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) untuk melakukan pemadaman.
Dalam tugasnya, petugas Damkar Tulungagung membawa satu unit mobil damkar dan dua mobil truk tangki suplai air untuk melalukan proses pemadaman di TKK.
Berdasarkan informasi, diketahui lahan tanaman jati yang terbakar itu merupakan milik Tomo warga Desa Kalangbret Kecamatan Kauman Tulungagung.
"Kami tiba di TKK sekitar pukul 21.10 WIB dan segera melakukan proses pemadaman pada lahan tanaman jati tersebut," jelasnya kemarin (5/9/2024).
Petugas sempat mengalami kendala dalam melakukan proses pemadaman. Yang mana kendala itu takni akses menuju TKK yang sempit.
Kendati demikian, petugas berhasil mencapai lokasi TKK. Diketahui proses pemadaman pun berlangsung sekitar 30 menit dan api benar-benar selesai dipadamkan pukul 21.40 WIB.
Pada peristiwa kebakaran ini, api melahap daun jati, semak belukar hingga rumput ilalang yang kering.
Beruntungnya api berhasil dipadamkan dan tidak sempat membakar tanaman pohon jati. Setelah berhasil dipadamkan, pihaknya berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk mengungkap penyebab kebakaran.
"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran lahan ini, api juga belum sempat membakar tanaman pohon jati, hanya daun kering, rumput dan ilalang kering yang terbakar," pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan, total luas lahan tanaman kayu jati ini diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare.
Kini petugas kepolisian melalui Polsek Kalangbret juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Pihaknya belum bisa memastikan kebakaran ini disebabkan oleh unsur kesengajaan atau kelalaian manusia yang membakar sampah dekat lahan tersebut.
Namun pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak bermain api di dekat lahan, mengingat banyak tanaman kering saat musim kemarau.
"Kami menghimbau masyarakat tidak bermain api dengan membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan pada lahan hutan, karena banyak tanaman kering mudah terbakar," tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra