TULUNGAGUNG — Rentetan acara peringatan hari besar nasional (PHBN) di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, tahun 2024, telah usai.
Selain bentuk rasa syukur warga Desa Samar karena telah menikmati kemerdekaan yang telah mencapai 79 tahun, PHBN tahun ini juga ditujukan untuk menampilkan semua produk lokal dan menggerakan roda perekonomian masyarakat.
Kepala Desa Samar, Rubik Astono menjelaskan, PHBN tahun ini dimulai dengan melakukan bersih-bersih desa serentak yang dilakukan oleh seluruh masyarakat Desa Samar.
Kemudian, 16 Agustus malam dilakukan malam tirakatan untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur, yang telah memperjuangkan kemerdekakaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tepat pada 17 Agustus, Pemdes Samar memperingati detik-detik proklamasi dengan upacara yang diikuti semua unsur, lembaga, dan seluruh elemen masyarakat di Desa Samar.
Selanjutnya, pada tanggal 23-24 Agustus dilaksanakan kegiatan bazar dan pameran produk lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diikuti seluruh perwakilan lingkungan RT se-Desa Samar.
Bazar menjadi lebih ramai karena pada malam agenda tersebut turut dimeriahkan acara pentas seni dari lembaga pendidikan yang ada di Desa Samar, serta pentas seni yang diikuti oleh semua RT se-Desa Samar, terutama ibu-ibu yang menampilkan beragam penampilan.
Pemdes Samar sengaja memilih pengisi acara atau yang menampilkan kesenian merupakan warga Desa Samar sendiri.
Ada Jaranan Setyo Budoyo dari Dusun Sendang Bedog dan Jaranan Taruna Budaya dari Dusun Krajan. Puncaknya pada 25 Agustus dengan jalan sehat kreasi yang diikuti oleh seluruh warga Desa Samar.
Rubik melanjutkan, PHBN tahun 2024 ini merupakan bentuk rasa syukur warga Desa Samar karena sudah menikmati kemerdekaan yang telah mencapai 79 tahun.
Pemdes sengaja mengusung tema-tema perjuangan agar generasi penerus di Desa Samar bisa semakin tahu dan semakin menghargai arti kemerdekaan yang telah diperjuangakan oleh para pahlawan.
“Karena kalau tidak kita mulai kenalkan, takutnya nanti mereka tidak mengenal sejarah,” ungkapnya.
Agenda PHBN di Desa Samar mengusung konsep murah meriah. Produk makanan, kerajinan, dan semua produk lokal masyarakat Desa Samar menjadi daya tarik.
Rubik menyebut ada sekitar 30 stan yang diisi oleh masyarakat Samar. Selain itu, ada juga stan yang dimanfaatkan oleh pedagang dari luar.
“Murah karena kita mencoba untuk memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Meriah karena setiap acara bisa diikuti oleh masyarakat. Masyarakat bisa menikmati dan mengikuti kegiatan PHBN yang ada di Desa Samar ini,” katanya.
“Alhamdulillah, kelihatannya mereka juga mendapat rezeki dari PHBN ini. Bisa dikatakan untuk menggerakkan roda perekonomian juga,” sambungnya.
Rubik bersyukur karena rentetan PHBN di Desa Samar bisa berlangsung lancar dan meriah dengan diikuti seluruh masyarakat.
Itu merupakan bentuk kerukunan dan kerja sama antara pemdes dan masyarakat. Selain itu, hal ini tidak bisa lepas pula dari dukungan musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Pagerwojo.
“Seperti semboyan kita Samar Bersatu, Samar Maju. Harapannya, masyarakat semakin merasa memiliki desa yang kita cintai. Jangan tanya desa memberi apa, tetapi tanya kepada diri kita, apa yang sudah kita berikan kepada desa kita, Desa Samar,”tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra