Tikungan Jalan Mayjen Sungkono Dipasangi Water Barrier, Ternyata Ini Alasan Dishub Tulungagung

Aditya Yuda Setya Putra • Dipublikasikan Rabu, 11 September 2024 | 06:30 WIB

RAWAN KECELAKAAN: Pengguna jalan melintas di Jalan Mayjen Sungkono yang dipasang water barrier oleh Dishub Tulungagung.
RAWAN KECELAKAAN: Pengguna jalan melintas di Jalan Mayjen Sungkono yang dipasang water barrier oleh Dishub Tulungagung.

TULUNGAGUNG – Kecelakaan tunggal yang menewaskan pengguna jalan di Jalan Mayjen Sungkono pada Minggu (8/9/2024) malam juga jadi sorotan Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung. Buntutnya, dinas menggelar inspeksi guna menilik kondisi di lapangan.

Itu sebabnya dishub memutuskan untuk memasang water barrier di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kejadian serupa kembali terulang.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Tulungagung, Panji Putranto mengatakan, inspeksi digelar pada Senin (9/9) lalu. Tim melakukan kajian atas kondisi eksisting di Jalan Mayjend Sungkono. Inspeksi dikonsentrasikan pada saluran drainas yang ada di tikungan ruas jalan itu. "Sudah kami lakukan inspeksi karena kemarin lagi-lagi ada peristiwa kecelakaan di lokasi tersebut dan korbannya meninggal dunia," katanya.

Baca Juga: Progres Serapan Duit Infrastruktur Tulungagung Memble, Delapan Bulan Persentasenya Hanya Segini

Berdasarkan hasil inspeksi, ungkap Panji, kondisi drainase di dekat tikungan Jalan Mayjend Sungkono itu tergolong rawan. Sebab, di sana tidak terdapat pagar pembatas yang memisahkan ruas jalan dengan drainase. Hal ini menyebabkan pengguna jalan yang oleng tercebur ke dalam drainase.

Itu sebabnya, dinas akan memasang water barrier di sekitar lokasi selokan tersebut. Hal ini dimaksudkan sebagai pembatas antara ruas jalan dengan drainase. Dengan demikian, risiko kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi bisa diminalkan.

Selain itu, water barrier juga ditujukan agar para pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas. Tapi, harus diakui bahwa kebijakan ini merupakan solusi jangka pendek.

"Selokan itu tidak ada pembatasnya. Jadi ketika ada pengendara oleng pasti bisa berpotensi tercebur ke selokan. Sementara ini kami pasang water barrier sembari berkoordinasi dengan instansi terkait," ungkapnya.

Baca Juga: Wacana Hibah Jalan Lingkar Waduk Wonorejo, Pemkab Minta Ruas Dibagi Tiga Bagian

Berdasarkan laporan yang didapat, tikungan di Jalan Mayjend Sungkono itu tergolong rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Buktinya, dalam dua tahun terakhir, total ada sebanyak enam kasus kecelakaan tunggal di mana korban juga dilaporkan tercebur ke saluran drainase.

Satu dari enam korban dilaporkan meninggal dunia karena mengalami luka berat di bagian kepala usai tercebur ke saluran drainase. Dia mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat melintasi tikungan Jalan Mayjend Sungkono. Salah satunya dengan mengurangi kecepatan dan tidak mendahului kendaraan lain saat mulai melintasi tikungan. "Sudah mulai dipasangi water barrier sebagai langkah antisipasi sementara. Kami juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati," pungkasnya.

Editor : Dharaka R. Perdana
Sumber : Radar Tulungagung
jalan tulungagung Water Barrier jalan pembatas jalan