TULUNGAGUNG – Hadirnya Bus Damri jurusan Tulungagung-Ponorogo membawa dampak positif bagi Masyarakat Tulungagung yang hendak berpergian.
Trayek Bus Damri Tulungagung – Ponorogo dapat dikatakan sebagai trayek perintis.
Pasalnya pada tahun 2016 Bus Damri mulai mengaspal menggantikan Mobil Penumpang Umum (MPU) lokal yang sudah lama tidak beroperasi.
Kabid Angkutan dan Sarana dinas perhubungan (Dishub) Tulungagung, Sujarmani mengatakan tawaran Damri dalam mengambil alih trayek tersebut juga memudahkan mobilitas masyarakat Tulungaagung yang hendak ke Ponorogo.
Baca Juga: Maxi Yamaha Day Sulsel, Singkap Daya Magis Dataran Tinggi Tanah Toraja
“Daripada tidak ada angkutan ke sana kan ada tawaran Damri bagus to, masyarakat justru Alhamdulillah, karena MPU lokal tidak jalan,” jelasnya.
Trayek yang dilaluipun cukup memanjakan mata karena melewati Bendungan Wonorejo yang menyuguhkan pemandangan bendungan yang membentang luas.
Bagi Masyarakat Tulungagung yang hendak menuju Ponorogo, Bus Damri dijadwalkan berangkat dari Terminal Gayatri setiap pukul 07.00 dan 12.30 WIB. Berikut detail rute yang dilalui:
Baca Juga: Sektor Jasa Keuangan di Wilayah Kerja Kantor OJK Kediri Terjaga dan Stabil
Terminal Gayatri Tulungagung – Pasar Ngemplak – Jalan Kauman – Bendungan Wonorejo – Desa Wisata Mulyosari – Wisata Agro Kahayangan – Wisata Kampung Pelangi Pagerwojo – Pasar Pagerwojo – Jalan Raya Pagerwojo – Krandinan – Bukit Tunggul Manik – Sidomulyo – Jalan Raya Tumpakaren – Wisata Coban Rambat – Desa Bendungan (Kab. Trenggalek) – Istirahat di Warung Tengah Alas (Belokan Hidung Petruk) – Jalan Desa Bedoho – Pasar Sombro – Pasar Popongan (Suru) – Jalan Raya Sooko – Pasar Pulung – Jalan Raya Pulung – Pasara Kesugihan – Jenangan – Jalan Raya Jenangan – Terminal Seloaji Ponorogo.
Trayek yang dilaluinya juga dapat dikatakan cukup berat karena jalur yang dilaluinya melewati Gunung Wilis.
“Trayek Pagerwojo sini aja minta ampun beratnya, apalagi melewati Pagerwojo, Bendungan, Ponorogo lewatnya gunung terus, tidak ada yang datar,” Kata kabid Angkutan dan Sarana tersebut.
Baca Juga: Tikungan Jalan Mayjen Sungkono Dipasangi Water Barrier, Ternyata Ini Alasan Dishub Tulungagung
Sujarmani juga mengatakan bahwa tidak ada kendaraan lain yang melewati jalur tersebut. Meskipun ada ada perusahaan transportasi dengan trayek yang sama maka bukan menjadi masalah bagi Damri itu sendiri.
“Tentunya nanti berpikir dua kali kalo mengadakan trayek ke sana itu, Damri kan dapat subsidi kalo swasta nanti tidak dapat subsidi ya berpikir seribu kali,” ucap Sujarmani.
Menurut Sujarmani, masyarakat memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap keberadaan Bus Damri. Banyak orang-orang Ponorogo yang ke Tulungagung hanya untuk berbelanja.
“Itu orang-orang Ponorogo banyak kok yang ke sini, belanja di Tulungagung Itu banyak,” jelasnya.
Banyaknya peminat juga mengharuskan Damri untuk selalu memperbarui MoU baru dengan departemen perhubungan pusat setiap tahunnya.
“Damri sendiri kalo tidak memenuhi target juga tidak akan diperpanjang, itu faktornya dia ingin memperpanjang,” tutupnya.***
Reporter: Muhamamd Atok Ulaziz
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra