Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berencana Rintis Lagi Trayek yang Lama Hilang, Ini Detail Rute Bus Damri Tulungagung-Ponorogo Lewat Bendungan Wonorejo

Henny Surya Akbar Purna Putra • Jumat, 13 September 2024 | 15:10 WIB
Bus Damri.
Bus Damri.

TULUNGAGUNG – Hadirnya Bus Damri jurusan Tulungagung-Ponorogo membawa dampak positif bagi Masyarakat Tulungagung yang hendak berpergian.

Trayek Bus Damri Tulungagung – Ponorogo dapat dikatakan sebagai trayek perintis.

Pasalnya pada tahun 2016 Bus Damri mulai mengaspal menggantikan Mobil Penumpang Umum (MPU) lokal yang sudah lama tidak beroperasi.

Kabid Angkutan dan Sarana dinas perhubungan (Dishub) Tulungagung, Sujarmani mengatakan tawaran Damri dalam mengambil alih trayek tersebut juga memudahkan mobilitas masyarakat Tulungaagung yang hendak ke Ponorogo.

Baca Juga: Maxi Yamaha Day Sulsel, Singkap Daya Magis Dataran Tinggi Tanah Toraja

“Daripada tidak ada angkutan ke sana kan ada tawaran Damri bagus to, masyarakat justru Alhamdulillah, karena MPU lokal tidak jalan,” jelasnya.

Trayek yang dilaluipun cukup memanjakan mata karena melewati Bendungan Wonorejo yang menyuguhkan pemandangan bendungan yang membentang luas.

Bagi Masyarakat Tulungagung yang hendak menuju Ponorogo, Bus Damri dijadwalkan berangkat dari Terminal Gayatri setiap pukul 07.00 dan 12.30 WIB. Berikut detail rute yang dilalui:

Baca Juga: Sektor Jasa Keuangan di Wilayah Kerja Kantor OJK Kediri Terjaga dan Stabil

Terminal Gayatri Tulungagung – Pasar Ngemplak – Jalan Kauman – Bendungan Wonorejo – Desa Wisata Mulyosari – Wisata Agro Kahayangan – Wisata Kampung Pelangi Pagerwojo – Pasar Pagerwojo – Jalan Raya Pagerwojo – Krandinan – Bukit Tunggul Manik – Sidomulyo – Jalan Raya Tumpakaren – Wisata Coban Rambat – Desa Bendungan (Kab. Trenggalek) – Istirahat di Warung Tengah Alas (Belokan Hidung Petruk) – Jalan Desa Bedoho – Pasar Sombro – Pasar Popongan (Suru) – Jalan Raya Sooko – Pasar Pulung – Jalan Raya Pulung – Pasara Kesugihan – Jenangan – Jalan Raya Jenangan – Terminal Seloaji Ponorogo.

Trayek yang dilaluinya juga dapat dikatakan cukup berat karena jalur yang dilaluinya melewati Gunung Wilis.

“Trayek Pagerwojo sini aja minta ampun beratnya, apalagi melewati Pagerwojo, Bendungan, Ponorogo lewatnya gunung terus, tidak ada yang datar,” Kata kabid Angkutan dan Sarana tersebut.

Baca Juga: Tikungan Jalan Mayjen Sungkono Dipasangi Water Barrier, Ternyata Ini Alasan Dishub Tulungagung

Sujarmani juga mengatakan bahwa tidak ada kendaraan lain yang melewati jalur tersebut. Meskipun ada ada perusahaan transportasi dengan trayek yang sama maka bukan menjadi masalah bagi Damri itu sendiri. 

“Tentunya nanti berpikir dua kali kalo mengadakan trayek ke sana itu, Damri kan dapat subsidi kalo swasta nanti tidak dapat subsidi ya berpikir seribu kali,” ucap Sujarmani.

Menurut Sujarmani, masyarakat memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap keberadaan Bus Damri. Banyak orang-orang Ponorogo yang ke Tulungagung hanya untuk berbelanja.

“Itu orang-orang Ponorogo banyak kok yang ke sini, belanja di Tulungagung Itu banyak,” jelasnya.

Banyaknya peminat juga mengharuskan Damri untuk selalu memperbarui MoU baru dengan departemen perhubungan pusat setiap tahunnya.

“Damri sendiri kalo tidak memenuhi target juga tidak akan diperpanjang, itu faktornya dia ingin memperpanjang,” tutupnya.***

Reporter: Muhamamd Atok Ulaziz

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Trayek #rute #bus damri #bendungan wonorejo