TULUNGAGUNG - Puluhan stan yang memamerkan berbagai produk ekonomi kreatif serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersaji di lapangan Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, mulai dari tanggal 11 hingga 13 September.
Itu merupakah agenda untuk memperingati HUT Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan oleh Pemdes Karangtalun. Selain itu, diharapkan bisa menjadi pemantik adanya gerakan perekonomian yang positif dan dinamis.
Karangtalun Tempo Doeloe menjadi tema peringatan hari besar nasional (PHBN) di Desa Karangtalun. Acara PHBN tahun ini sengaja difokuskan untuk memamerkan berbagai produk unggulan serta produk UMKM yang ada di Desa Karangtalun.
Kepala Desa Karangtalun, Agus Imam Wijayanto menjelaskan, pameran UMKM dilaksanakan selama tiga hari terhitung mulai Rabu (11/9) sampai Jumat (13/9).
Pembukaannya telah berlangsung pada Rabu (11/9) lalu dan akan ditutup pada Jumat (13/9) yang rencananya bakal diisi dengan pergelaran wayang kulit oleh dalang Ki Eko Kondho Prisdianto.
“Untuk memperingati HUT Ke-79 Kemerdekaan RI, Desa Karangtalun fokus ke satu kegiatan yaitu pameran UMKM ekonomi kreatif. Pameran ini akan berjalan selama tiga hari,” jelas Agus, sapaan akrab pria tersebut.
Alasan memilih pameran UMKM karena ada beberapa tujuan yang ingin dicapai. Pertama, pemdes ingin menggali potensi yang nantinya bisa ditumbuhkembangkan menjadi produk unggulan Desa Karangtalun.
Kedua, pemdes ingin memberikan ruang dan kesempatan bagi warga untuk memacu kreativitas dan diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru.
“Sehingga diharapkan adanya gerakan perekonomian yang positif dan dinamis di Desa Karangtalun ini,” katanya.
Agus membeberkan, setidaknya ada 56 stan yang berdiri dalam pameran UMKM dan produk unggulan Desa Karangtalun. Rinciannya, 36 stan dari perwakilan RT se-Karangtalun, 16 stan mandiri, serta 4 stan milik Pemdes Karangtalun.
Banyaknya stan yang ada menandakan antusiasme masyarakat untuk ikut meramaikan acara cukup tinggi.
Menurut Agus, itu tidak lepas dari para ketua RT yang telah menggerakkan warga di lingkungan masing-masing untuk datang dan memeriahkan acara yang digagas Pemdes Kalibatur ini.
“Pemdes sangat respek dan memberi apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak-ibu ketua RT yang telah menggerakan warga di lingkungannya. Mudah-mudahan ini bisa berdampak positif bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Agus menuturkan, agenda PHBN di Desa Karangtalun setiap tahun selalu berbeda. Itu dilakukan untuk menghindari kejenuhan dari masyarakat. Dan, setiap tahun, Desa Karangtalun memiliki warna yang berbeda dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.
“Setiap tahun kita selalu berbeda untuk bentuk dan jenis kegiatannya,” tutup Agus.
Sementara itu, Camat Kalidawir Rusdianto menambahkan, agenda PHBN di Desa Karangtalun sangat luar biasa. Dia berharap dengan puluhan bazar yang ada bisa memperkenalkan produk ekonomi kreatif asli Karangtalun ke masyarakat luas.
“Mudah-mudahan dengan pergelaran ini bisa mengenalkan produk unggulan ekonomi kreatif ke masyarakat luas. Yang nanti bisa tampil di kancah kabupaten atau bahkan nasional,” tuturnya. (*/nul/c1/rka)