TULUNGAGUNG - Salah satu warga Desa Simo, Kecamatan Kedungwaru, mengungkap keluh-kesahnya usai acara pengajian Gus Iqdam. Keluh-kesah itu berkaitan dengan polusi debu yang sudah beberapa hari ini mengganggu ketenangan.
"Benar Mas, mulai hari Jumat malam kemarin itu ada timbunan yang diturunkan dari pihak desa. Terus permasalahan kemarin itu, cuma dijatuhkan, tidak diberi kucuran air atau bagaimana," ujar Mahmud Pramudyo, warga RT02/RW01, Desa Simo, Kecamatan Kedungwaru, Senin (16/9/2024) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Tulungagung, penimbunan tanah di jalan antar rumah tangga di Desa Simo yaitu sebagai upaya memudahkan mobilisasi, karena dampak pengalihan jalan akibat acara pengajian Gus Iqdam pada Sabtu, (14/9/2024).
Inisiasi penimbunan tanah di atas jalan paving itu pun dilakukan langsung oleh pihak pemerintah Desa Simo.
Namun seusai acara pengajian, timbunan tanah yang semula dapat membantu mobilisasi para pengguna jalan, kemudian berubah menjadi petaka karena memicu timbulnya debu.
Kemunculan polusi debu itu disebabkan kondisi tanah kering. Dan, debu itu terbang secara acak tiap kali ada kendaraan yang melintas di atasnya.
"Jadi sekarang itu kita menerima akibat, jadi lingkungan dari sini itu menerima akibat debu-debu berterbangan sampai sekarang. Ini sudah hari yang ke tiga," tegasnya.
Tidak sebatas itu, Mahmud mengaku, polusi debu itu bukan cuma masuk ke dalam rumah, tapi ia juga mengawatirkan polusi tersebut dapat berdampak terhadap masalah kesehatan keluarganya, baik memicu masalah kesehatan pernapasan dan sebagainya.
"Khawatirnya jika ini berlarut-larut, lama kelamaan ini akan berdampak terhadap kesehatan. Kalau tidak ada tindakan antisipasi dari pihak desa," ujarnya.
Mahmud berharap Pemdes Simo dapat mendengar keluh-kesah warganya yang terdampak polusi debu dan ia berharap agar pemdes segera menangani polusi debu tersebut.
"Cepat-cepat dibetulkan. Harapannya, paling minim harus disiram air, tapi kelihatannya, saya sendiri sudah memberitahu pihak desa. Cuma dibaca, sedangkan sudah tiga hari ini tidak ada realisasi pembenahan," ujarnya.
Sementara itu Kades Simo, Kecamatan Kedungwaru, M. Marjuki mengakui bahwa penimbunan tanah di jalan paving itu untuk acara pengajian gus Iqdam.
"Waktu pengalihan rute waktu pengajian Gus Iqdam," ujarnya.
Namun, ketika timbunan tanah itu kini menjadi polusi, Marjuki mengaku sudah menerima laporan salah satu warganya.
Ia pun berencana untuk menangani masalah yang dialami warganya tersebut.
"Ya, ni mau ditangani, langkah terbaiknya," tegasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra