TULUNGAGUNG - Ratusan pengunjung kembali memadati pameran lukisan di Jalan dr Sutomo Gang 7, kemarin (16/9). Gelar karya kali ini menampilkan ratusan karya murid sanggar dengan tajuk Bebas Lepas.
Pendiri Sanggar Lukis Matahari, Sigit Priyananto mengatakan, agenda kemarin jadi penanda dibukanya pameran lukisan murid sanggar. Sedangkan, pameran ini bakal digelar hingha 22 September mendatang. Total 102 perupa anak yang juga merupakan murid sanggar dilibatkan di agenda kali ini.
"Jadi, anak 102 anak dan masing-masing menampilkan satu karyanya. Itu baru separo dari total murid sanggar. Mereka yang kita libatkan di rentang usia 5-19 tahun. Memang ada juga murid yang berstatus sebagai mahasiswa," ujarnya.
Gelar karya kemarin bertema Bebas Lepas. Sigit menyebut, pemilihan tema dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan latar belakang murid sanggarnya. Selain itu, tema Bebas Lepas juga disebut merepresentasikan keinginan dan harapan para seniman muda di Tulungagung.
"Bebas itu berarti anak-anak bisa berkreasi semaksimal mungkin. Lalu, lepas artinya tidak dibatasi oleh hal-hal tertentu. Misal, lepas dari pengaruh orang tua dalam berkarya. Jadi, anak-anak ini jangan dibatasi agar karyanya orisinil," tegasnya.
Dia juga menyinggung kebebasan dalam berkarya pascapandemi Covid-19 yang mulai merebak di tanah air sejak 2020 lalu. Untuk diketahui, progran pameran lukisan sebetulnya jadi agenda dua tahunan di sanggarnya. Tapi, akibat adanya pandemi, kegiatan ini harus ditunda dan baru bisa kembali digelar tahun ini.
"Iya. Ini jadi pameran lukisan anak ke-7. Sebetulnya ini juga bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana perkembangan murid. Tapi, karena ada pandemi jadi tertunda dan baru bis kita gelar sekarang," kata Sigit.
Tak kurang sekitar 350 pengunjung hadir di acara kemarin. Menurut dia, itu menunjukkan tingginya animo dan apresiasi yang diberikan oleh para wali murid dan pecinta seni di Tulungagung kepada muridnya.
"Bahkan, banyak juga orang tua yang bertanya apakah acara serupa akan kembali digelar tahun depan. Kami sampaikan bahwa ini acara dua tahunan. Tapi, itu menunjukkan bahwa rata-rata pengunjung mengapresiasi," ujar laki-laki berkacamata ini.
Melalui acara ini, dia berharap agar masyarakat, pemerintah daerah, dan juga para orang tua memberi dukungan bagi para seniman muda. Sebab, ada banyak pelaku seni yang tidak mendapat kesempatan atau wadah untuk berkreasi.
“Harusnya memang didukung karena tidak semua mendapat kesempatan. Kalau menurut saya, kegiatan ini cenderung untuk mengolah rasa dan menyeimbangkan (kinerja, Red) otak kiri dan kanan," jelasnya.
Editor : Dharaka R. Perdana