TULUNGAGUNG - Rakyat Indonesia tahun ini merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Banyak sekali yang merayakannya, salah satunya masyarakat Desa/Kecamatan Ngunut, pada Minggu (15/9) lalu.
Dalam momen spesial itu, warga yang ada di Lingkungan 7, RT 1/RW 1, juga tampil mengeluarkan berbagai potensinya.
Sekitar 150 orang talent ikut andil dalam acara pawai yang mengambil tema Papua Etnik, dengan menampilkan tarian yang berjudul Tumbello.
Armi, Ngunut, Radar Tulungagung
Tari Tumbello sendiri merupakan tarian khas adat Papua, yang memiliki pesan kekompakan dan kebersamaan. Tarian ini dilakukan secara kolosan atau berkelompok dengan atraksi cara berburu dan memasak binatang dengan menggunakan batu, serta dilakukan secara bersama-sama.
Tarian Tumbello ini merupakan perwujudan dari masyarakat Papua, yang sangat menjunjung kekompakan.
Tarian Tumbello ini biasa dilakukan ketika ada perayaan hari raya, festival, perayaan pesta budaya, hingga menyambut tamu.
Yang menarik, tarian ini dilakukan secara berkelompok dan senada, serta memiliki sebuah alur yang jelas dari mereka berjalan, mengintai buruan, cara berburu, hingga mengolah makanan.
Berbagai tahapan berburu itu disajikan secara komplit dalam tarian Tumbello ini.
"Maksud dan tujuan kami mengangkat tema adat khas Papua dengan tarian Tumbello, adalah sebagai salah satu cara untuk melestarikan dan mengenalkan budaya Indonesia yang sangat kaya," ungkap Joko Ibrahim, selaku penanggung jawab Lingkungan 7, RT 1/RW 1.
Joko Ibrahim juga mengungkapkan, nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh suku lain yang ada di Indonesia, bisa menjadi suatu pembelajaran dan inspirasi bagi kita semua untuk hidup secara harmoni, hidup secara rukun dan memiliki satu bingkai Indonesia Raya, sesuai dengan slogan Nusantara Baru Indonesia Maju.
Selain itu, Lingkungan 7 juga menampilkan beberapa sajian, di antaranya Bantengan, Singo Barong, tari holic modern, hingga jaranan. Pawai ini diikuti kurang lebih 5.000 talent dan penonton sekitar 50.000 orang memadati Desa Ngunut.(*)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra