TULUNGAGUNG – Mengingat banyaknya proyek fisik yang harus direalisasi, Dinas PUPR Tulungagung berencana kembali mengajukan bantuan keuangan ke pemerintah pusat. Yaitu, melalui dana alokasi khusus (DAK). Anggaran yang dimaksud bakal digunakan untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur primer di tahun depan.
Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hary Subagyo menerangkan, selain inpres jalan daerah (IJD), Pemkab Tulungagung juga dijatah DAK tahun ini. Bebeberapa di antaranya direalisasikan ke dalam proyek fisik sesuai dengan rencana pembangunan. “Misal di wilayah Pantai Brumbun itu sudah selesai pengerjaannya berupa jalan cor,” katanya.
Baca Juga: Gemah Sky View, Deretan Wisata Kuliner JLS Tulungagung yang Bikin Ngiler
Tapi, masih banyak proyek fisik lain yang harus segera direalisasikan tahun depan. Salah satu yang utama adalah jalur sirip di sekitar jalur lintas selatan (JLS). Jalur sirip memang punya peran penting untuk menyangga JLS yang menjadi jalur utama. Yaitu, sebagai penghubung antara wilayah urban dengan wilayah pesisir.
Selama ini jalan sirip juga difungsikan sebagai jalur yang dilalui oleh kendaraan pengangkut material pembangunan JLS. Itu sebabnya, ditemui banyak ruas jalan sirip yang sudah mulai rusak. Itu tak lepas dari tingginya intensitas kendaraan berat pengangkut material JLS yang melintas.
Jadi, selain memudahkan akses ke wilayah pesisir, pembangunan JLS juga menimbulkan efek samping secara tak langsung. Yakni, menimbulkan kerusakan infrastruktur. “Jadi, tahun depan bisa ajukan lagi DAK. Dan kita akan mohon ke kementerian karena jalan yang kita bangun rusak parah. Karena dilewati alat-alat berat (untuk membangun JLS, Red),” sebut Hary.
Meski tak merinci berapa panjang ruas jalan sirip yang rusak, dia mengungkapkan bahwa jalur sirip di wilayah Sine, Tanggunggunung, hingga Pucanglaban masuk dalam kategori prioritas di tahun depan. Itu jadi salah satu materi yang dilayangkan ke kementerian untuk dijadikan pertimbangan.
“Insya Allah tahun depan kita dapat DAK. Hanyak ada tujuh kabupaten di Jatim yang dapat (DAK, Red), salah satunya Tulungagung. Nominalnya sekitar Rp 18 M. Tapi, ini masih digodok lagi. Kita usahakan kurang sekitar itu,” ujarnya.
Baca Juga: Maksimalkan Potensi Wisata Pantai Dlodo Melalui Jalan Sirip JLS Tulungagung
Dia memastikan anggaran DAK di tahun depan tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan pembangunan jalan sirip. Ada beberapa proyek primer lain yang juga masuk daftar prioritas. Sedangkan, ada berbagai aspek yang harus dipenuhi pemkab sebelum menerima alokasi DAK.
“Karena usulan DAK harus ada readiness criteria. Misal, panjang jalan, kepemilikan lahan, clean and clear, dan tematiknya apa. Kan ada semacam itu. Jadi, tidak semua untuk meng-cover infrastruktur di wilayah selatan,” ucapnya.
Editor : Dharaka R. Perdana