TULUNGAGUNG – Proyek infrastruktur dalam kota kembali masuk kalender pembangunan Pemkab Tulungagung.
Teranyar, Dinas PUPR Tulungagung sedang menggelar persiapan pembangunan struktur penutup Kali Jenes. Proyek yang dimaksudkan untuk meningkatkan proyeksi dan perolehan PAD ini bakal direalisasikan tahun depan.
Baca Juga: Speedometer Motor Mati? Ini Penyebabnya
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Tulungagung, Endra Wibawa mengaku bahwa rencana untuk menjadikan area Kali Jenes menjadi pujasera, kantong parkir, hingga jalur alternatif baru memang digaungkan di tahun ini. Tapi, realisasi proyek baru akan digelar tahun depan.
“Untuk tahun anggaran (2024, Red) ini masih sebatas DED. Belum ada pekerjaan konstruksi. Di PAK ini masih di tahapan persiapan. Jadi, untuk proses perencanaan gambar maupun nanti teknis pelaksanaan baru akan dilakukan setelah persiapan selesai,” ujarnya.
Rencananya, Kali Jenes yang merupakan saluran drainase terbuka bakal diubah menjadi saluran tertutup. Yaitu, dengan membangun struktur beton sebagai penutup di bagian atas.
Endra menambahkan, ada dua opsi jenis struktur yang akan digunakan. “Yaitu, bisa dengan pakai beton bertulang atau box culvert,” imbuhnya.
Kali Jenes di sisi selatan kantor Pemkab Tulungagung jadi titik pertama yang disasar dalam proyek ini. Titik proyek penutupan Kali Jenes di belakang kantor bupati berbatasan dengan ruas Jalan Ahmad Yani Timur Gang III di sisi tumur dan Jalan Pangeran Diponegoro di sisi barat. ”Kalau panjangnya sekitar 370 meter,” ujar Endra.
Sesuai rencana awal, kawasan Kali Jenes di sisi selatan kantor pemkab bakal difungsikan sebagai area PKL, kantong parkir, dan jalur alternatif anyar. Itu berkaitan dengan upaya menggenjot ekonomi mikro masyarakat sekaligus menambah PAD. Di sisi lain, proyek ini juga ditujukan untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan.
“Iya. Dari sebelumnya saluran terbuka jadi saluran tertutup untuk mengakomodir kebutuhan-kebutuhan tadi. Dan juga untuk mengurangi kawasan kumuh di kota. Jadi, dengan adanya saluran tertutup itu, sampah dan genangan air bisa diminimalkan. Tidak sampai timbulkan bau dan kesan kotor,” katanya.
Tapi, Endra belum dapat berkomentar banyak saat disinggung soal besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk realisasi proyek ini. Alasannya, jumlah anggaran baru diketahui usai perancangan DED rampung. Di sisi lain, dia menerangkan bahwa besar kemungkinan proyek fisik ini bakal mulai dilaksanakan di medio tahun depan.
“Karena (kebutuhan, Red) anggaran didapat dari perencanaan DED. Itu untuk mendapatkan apa saja yang kita butuhkan sehingga diketahui berapa kebutuhan anggaran. Lalu, biasanya pekerjaan konstruksi dilaksanakan di pertengahan taun. Kalau pengalaman kita di tahun ini kan Mei mulai ada kegiatan,” ucapnya.
Editor : Dharaka R. Perdana