TULUNGAGUNG – Awan duka memayungi langit SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung. Pasalnya bus yang berisi guru dan pelajar sekolah yang berada di Jalan Wahidin Sudirohusodo itu terguling saat memasuki rest area KM 725 jalur A ruas tol Surabaya–Mojokerto pada Senin (7/10). Atas peristiwa ini diketahui setidaknya ada 1 korban meninggal, 19 korban luka ringan dan berat.
Guru SMAN 1 Kedungwaru, Agung Pinasthiko Rahagi saat dihubungi membenarkan kabar terkait kecelakaan yang dialami bus berisi rombongan dari SMAN 1 Kedungwaru.
Mereka hendak memberi dukungan pada tim SMARIDUTA yang mengikuti pertandingan basket di Surabaya. Bahkan pada peristiwa kecelakaan tersebut salah satu guru meninggal dunia.
“Iya kabar itu memang benar. Posisi saya sakit jadi tidak ikut dan teman saya meninggal satu,” jelasnya.
Sementara itu, personel Unit 311 Jatim 3 Sat PJR Ditlantas Polda Jatim, Bripka Broto mengatakan, kini pihaknya tengah melakukan proses evakuasi atas peristiwa kecelakaan tunggal yang berisi rombongan guru pendamping dari SMAN 1 Kedungwaru.
Diketahui kecelakaan tunggal ini terjadi tepat di jalur masuk rest area KM 725 jalur A ruas tol Surabaya–Mojokerto pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan kronologi, peristiwa kecelakaan ini bermula saat bus rombongan guru pendamping SMAN 1 Kedungwaru berangkat menuju DBL Arena Jawa Pos Surabaya. Kemudian bus tersebut memutuskan untuk beristirahat di rest area KM 725 lajur A.
Setelah memasuki gerbang masuk rest area, bus yang dikemudikan Maman, 51, warga Kecamatan Kedungwaru ini diduga mengalami rem blong. Akibatnya bus tidak dapat mengurangi kecepatan sehingga menabrak beton pembatas jalur.
“Selanjutnya bus terguling menghadap ke timur setelah menghantam beton. Saat kejadian situasi arus lalin di dalam rest area normal dan cuaca cerah,” paparnya.
Peristiwa kecelakaan ini, mengakibatkan satu korban meninggal dunia atas nama Titis Eswindro. Kemudian 20 korban lainnya mengalami luka-luka dengan rincian 1 korban supir dan 19 penumpang.
Bahkan supir bus mengalami luka berat. Kini seluruh korban telah di rujuk ke RS Petrokimia, Kecamatan Driyorejo, Gresik. “Ada satu korban meninggal dunia dari guru pendamping, lainnya ada 20 korban yang mengalami luka berat dan luka ringan. Satunya sopir luka berat dan 19 korban lainnya penumpang,” tutupnya.
Editor : Dharaka R. Perdana