TULUNGAGUNG - Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI) yang telah berdiri sejak tahun 1993, berkomitmen dan bekerja sama dengan para pihak untuk menggerakkan ekonomi rakyat, terutama masyarakat marginal, seperti perempuan pelaku usaha kecil/mikro.
Sampai saat ini, PERSEPSI telah bekerja mendampingi lebih dari 1.500 perempuan pelaku usaha kecil/mikro di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. PERSEPSI sejak tahun 2001 telah bekerja di Tulungagung melalui Program PIDRA, dilanjutkan Program P4K, YESS, dan lain sebagainya.
Saat ini, PERSEPSI bekerja sama dengan ASEAN dan _Asia Pacific Women’s Information Network Center_ (APWINC) dari Sookmyung Women University di Korea untuk Program _Increasing Digital Skill and E-Commerce for ASEAN Women MSMEs_ (IDEAS) atau Peningkatan Keterampilan Digital dan E-Commerce untuk Perempuan Pelaku Usaha Kecil/Mikro ASEAN.
Kabupaten Tulungagung berkesempatan mendapatkan pelatihan yang berlangsung di Barn Meeting and Convention, Tulungagung sejak Selasa (24/9) hingga Kamis (26/9).
Acara pelatihan dibuka oleh Farida Hayati selaku Direktur PERSEPSI. Dalam kesempatan ini, Ida sapaan akrabnya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi dukungan bagi perempuan pelaku usaha mikro/kecil untuk lebih berdaya melalui ekonomi digital.
"Banyak produk yang telah dihasilkan oleh perempuan mempunyai kualitas yang bagus dan tidak kalah dari produk luar negeri, tetapi karena pemasaran yang masih terbatas, kurang diketahui oleh pasar global", tuturnya.
Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya yang telah dilakukan tanggal 3 dan 4 September 2024. Sebagai pelatih adalah Baitul ‘Ulum dan Misrini, keduanya merupakan trainer PERSEPSI yang ahli di Bidang Pengembangan UMKM dan Digital Marketing dan telah mengikuti _Training of Trainer_ (ToT) di Korea pada Juli 2023.
Kegiatan diikuti oleh 30 orang perempuan pelaku usaha kecil mikro mitra dampingan PERSEPSI dari beberapa klaster usaha, seperti batik, craft, serta makanan dan minuman olahan.
Dengan pasar lebih luas yang dicapai dengan digital, Ida sapaan akrab wanita ramah ini berharap usaha para perempuan dapat naik kelas.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program IDEAS yang secara keseluruhan melatih 300 perempuan pelaku usaha mikro di 8 kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, yaitu Klaten, Wonogiri, Surakarta, Bantul, Cilacap, Rembang, Pacitan, dan Tulungagung.
Pelatihan dilaksanakan bulan Maret-Desember 2024. Di Tulungagung sendiri, pelatihan dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang 1 telah dilakukan pada Bulan April-Mei 2024 yang diikuti oleh 25 orang peserta. Sehingga secara keseluruhan, program ini telah melatih 55 orang perempuan pelaku usaha mikro/kecil di Tulungagung.
"Saya mewakili Program IDEAS berharap dengan adanya pelatihan ini bisa lebih meningkatkan partisipasi perempuan pelaku usaha kecil atau mikro ASEAN dalam digital economy dan e-commerce", pungkasnya. (nik/yay)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra